Radar Jember - Sikap yang jarang ditemui di partai politik ditunjukkan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember.
Mereka secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Sikap ini muncul di tengah polemik nasional yang berkembang sekaligus mengakui masih adanya kekurangan dalam menjalankan amanah di daerah.
Permohonan maaf ini disampaikan anggota Fraksi PKB Hafidi didampingi Nurhuda Candra Hidayat, dan Fuad Ahsan di ruang fraksi DPRD Jember, kemarin (8/9).
Hafidi, menegaskan bahwa partainya menyadari betul keterbukaan informasi membuat publik bisa langsung menilai kinerja wakil rakyat.
“Tidak ada yang bisa ditutup-tutupi, tidak ada yang bisa dibohongi kepada masyarakat,” saat ditemui di Fraksi PKB DPRD Jember, Senin (8/9).
Ketua Fraksi PKB DPRD Jember, Hafidi, menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat menilai langsung apa yang telah maupun belum dilakukan oleh parlemen dan pemerintah.
Artinya tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dan tidak ada yang bisa dibohongi kepada masyarakat.
Menurut Hafidi, sikap maaf yang disampaikan fraksinya merupakan bentuk kesadaran penuh.
Bahwa dalam menjalankan amanah rakyat, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan.
“Kami segenap anggota Fraksi PKB Kabupaten Jember menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat. Kami mengakui, dalam pelayanan dan tugas yang kami emban, masih banyak hal yang harus ditingkatkan,” ujarnya.
Meski demikian, Hafidi menegaskan komitmen fraksi untuk terus berikhtiar mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jember.
Menurutnya itu adalah harga mati bagi Fraksi PKB Jember.
Permohonan maaf ini juga menjadi pijakan untuk membangun kinerja yang lebih baik, lebih jujur, lebih responsif, dan berdampak luas, bagi masyarakat Jember.
Pihaknya juga membuka ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik maupun saran konstruktif.
Itu untuk memperkuat fungsi representasi dan penyerapan aspirasi.
Pihaknya menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat secara damai dan demokratis sesuai perundang-undangan.
Lebih jauh, Fraksi PKB juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh agama, tokoh pemuda, pengusaha, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk bersama-sama membangun dialog produktif.
“Permohonan maaf ini adalah wujud tanggung jawab kami dalam menjalankan amanah legislatif di DPRD Jember. Sekali lagi kami sampaikan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat,” tegas Hafidi menutup pernyataan sikap fraksi. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh