Radar Jember - Setelah menanti cukup lama, akhirnya Pemkab Jember bisa memfasilitasi layanan khusus untuk pekerja migran Indonesia (PMI) Jember yang akan ke luar negeri.
Hal itu diwujudkan melalui pembukaan layanan penempatan dan perlindungan PMI yang dipusatkan di kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Gajah Mada, Kaliwates, Jember, Senin (1/9).
Dengan pelayanan ini, calon PMI tidak perlu jauh-jauh mengurus administrasi yang biasanya diurus di Surabaya atau Malang.
Namun cukup di Jember.
"Ini bagian dari komitmen pemerintahan, menghadirkan pelayanan bagi calon PMI agar berangkat secara prosedural," kata Bupati Jember Muhammad Fawait, di sela-sela acara.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengakui layanan untuk PMI cukup mendesak bagi Jember yang kini menjadi daerah penyumbang PMI cukup besar se-Jawa Timur.
Menurut dia, PMI yang berangkat secara nonprosedural lantaran masyarakat yang tidak tahu bagaimana dan di mana mengurus administrasinya.
Sehingga hal itu menyulitkan pemerintah dalam memberikan pengawalan.
Ke depan, lanjut dia, pemerintah daerah terus meningkatkan pelayanan lebih baik untuk calon PMI, memberikan pelatihan bahasa dan skill PMI sesuai negara tujuan.
Gus Fawait juga menjanjikan beasiswa kuliah kategori khusus anak-anak PMI, pelatihan khusus purna-PMI.
Pihaknya juga akan menyosialisasikan bahwa di Jember telah memiliki layanan penempatan dan perlindungan PMI ke masyarakat, melalui lembaga, sekolah, pesantren, dan lainnya.
"PMI bukan hanya pahlawan devisa, tapi juga warga Jember. Karena itu ke depan kami terus menata bertahap. Termasuk Raperda PMI, kami masih nunggu cantolan UU-nya yang sedang direvisi," terangnya Gus Fawait.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran (P2MI) atau BP2MI Abdul Kadir Karding melalui Staf Ahli Kementerian P2MI Prof Ach. Chotib, menyebut Jember menjadi salah satu kantong PMI cukup besar.
"Kami berharap, hadirnya pelayanan PMI ini dapat menekan angka calon PMI non-prosedural, dan memudahkan pemerintah dalam memberikan pengawalan," imbuhnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh