Radar Jember - Potensi Jember cukup luar biasa.
Bila sebelumnya dikenal sebagai Kabupaten Tembakau, Kopi, dan Kakao.
Kini, Jember juga bisa menambah ikon baru, yaitu bunga anggrek.
Apalagi budi daya anggrek di Jember begitu masif dikembangkan di sejumlah kecamatan.
Anggrek tidak sekadar menawarkan keindahan, namun juga menyimpan potensi perputaran perekonomian dan kunjungan wisatawan.
Terlebih, pemerintah daerah memfasilitasi dengan menyediakan wadah untuk mempertemukan para pecinta anggrek dari berbagai daerah, dalam festival anggrek yang sudah kali ketiga digelar di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait dalam beberapa kali kesempatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bisa menggeliatkan perekonomian.
Pariwisata dan ekonomi kreatif juga tidak luput dibidik olehnya.
“Kami inginkan ke depan Jember bisa menjadi jujukan destinasi wisata di ujung timur pulau Jawa," kata Gus Fawait, saat kesempatan melepas Tajemtra 2025, (23/8).
Ketua Tim Penggerak PKK Jember, Ghyta Eka Puspita, saat membuka Festival Anggrek Jember ke-3 (25/8), menyampaikan keinginannya agar Jember menjadi rumah bersama untuk para pecinta anggrek yang saat itu dihadiri dari peserta se-Jawa dan NTB.
Ia mengharap anggrek dapat menjadi ikon wisata baru di Jember yang selama ini dikenal dengan kota dengan ragam komoditi unggulan.
"Jadi ayo kita bikin anggrek di Jember ini lebih dikenal lagi agar semakin luar biasa ke depannya," ajaknya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh