Radar Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait terus mendorong sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga RSD untuk meningkatkan pelayanan.
Termasuk bagaimana caranya ke depan setiap faskes juga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap difabel.
Sebelumnya, sejumlah organisasi disabilitas sempat mengadu ke DPRD Jember.
Meminta pemerintah daerah serius memperhatikan aksesibilitas layanan.
Menanggapi hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui, pelayanan inklusif di faskes milik Pemkab Jember memang belum sempurna.
“Ini masukan berharga bagi kami, terutama untuk tiga rumah sakit daerah dan seluruh puskesmas, agar lebih memperhatikan pelayanan bagi teman-teman disabilitas, termasuk disabilitas tuli,” ujarnya saat membuka bakti sosial kesehatan di RSD Kalisat, Senin (5/8).
Fawait menyebut, pemkab melalui RSUD tertentu sudah meluncurkan program bantuan kaki dan tangan palsu.
Meski cakupannya masih terbatas, program ini akan terus digulirkan.
“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan tenaga pelayanan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Masukan-masukan soal kesehatan sangat kami tunggu,” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini juga mengajak masyarakat ikut mengawal jalannya pelayanan dasar kesehatan.
Bila ada pelayanan yang tidak semestinya, ia mempersilakan warga melapor lewat kanal Wadul Guse.
“Tidak boleh ada perbedaan antara pasien yang bayar mandiri dan yang dibiayai pemerintah. Semua harus terlayani sebaik-baiknya,” tegasnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh