Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait meminta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember untuk menjadikan krisis BBM pada akhir Juli lalu sebagai pelajaran penting.
Pengalaman itu, kata dia, harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Hal itu disampaikan Bupati Fawait saat membuka kegiatan bakti sosial kesehatan di RSD Kalisat, Senin (5/8).
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Fawait itu mengingatkan agar ASN tidak alergi terhadap kritik.
Menurutnya, kritik adalah bagian dari sistem demokrasi yang sehat, bukan alasan untuk bersikap reaktif secara emosional.
"Soal kritik, cacian, itu kita anggap sebagai vitamin. Penyemangat. Yakinlah, makin dicaci, makin diolok-olok, makin difitnah, Allah yang akan mengangkat derajat kita," ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana krisis BBM di Jember yang sempat memicu kekhawatiran warga bisa diatasi dalam waktu empat hari berkat kerja keras semua pihak.
Bahkan, menurutnya, pascakejadian itu perhatian dari pemerintah pusat terhadap Jember semakin meningkat.
“Masalah kita atasi bersama. Mau dikritik, mau dicaci, kita jawab dengan kerja nyata. Makin dihina, kita buktikan dengan prestasi. Jember Baru, Jember Maju bukan sekadar slogan, tapi komitmen,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen pemerintahan, termasuk BUMD, BUMN, hingga lembaga vertikal.
Ia menyebut arahan Presiden Prabowo sebagai landasan untuk menguatkan semangat gotong royong dalam mengurai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Jember.
“Ini bukan hanya soal BBM. Tapi juga soal layanan dasar, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Kita tidak bisa kerja sendiri. Harus bersama,” katanya.
Gus Fawait juga mengingatkan ASN agar tidak melupakan masyarakat kecil dalam setiap pelayanan.
Terutama dalam layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar rakyat.
“Kalau kita bantu orang kecil, apalagi yang tidak mampu, doanya manjur. Kalau bukan kita yang menerima berkahnya, bisa anak kita. Kalau bukan anak, cucu kita. Apa pun yang kita tanam, pasti akan kita panen,” pungkas politisi Partai Gerindra itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh