radar jember - WACANA pengaktifan depo Pertamina dan jalur khusus pengangkutan BBM melalui kereta api disambut baik Pemkab Jember dan PT KAI.
Hal itu disampaikan usai pertemuan antara Pertamina, PT KAI, dan Pemkab Jember yang diinisiasi Anggota DPR RI Komisi VI Rivqy Abdul Halim, kemarin.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan gagasan ini menjadi bentuk kepedulian wakil rakyat dan pemerintah pusat terhadap kondisi di Jember.
Menurut Gus Fawait, sapaan akrab bupati, langkah ini penting tidak hanya untuk penanganan jangka pendek, tetapi juga untuk solusi jangka panjang.
Ia berharap depo BBM yang lama bisa dikaji ulang dan diaktifkan kembali. Sehingga saat terjadi gangguan distribusi, stok untuk Jember masih aman.
"Jangka pendeknya seperti kemarin dengan suplai BBM dalam jumlah besar yang telah dilakukan oleh Pertamina. Tapi jangka panjangnya, kami mohon pengaktifan ini bisa dikaji. Karena Jember ini memiliki penduduk yang besar dibandingkan kabupaten-kabupaten tetangga," katanya.
Dia menambahkan, stok BBM saat ini sudah aman. Tapi dia berpesan agar semua pihak tidak boleh lengah. Itu untuk mencegah krisis tidak terjadi kembali.
Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas PT KAI DAOP 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, kesediaannya dalam mendukung wacana ini.
Dia menyebut terdapat dua opsi teknis yang bisa dijalankan. Opsi pertama adalah merevitalisasi depo Pertamina yang berada di Gebang.
Itu dengan menarik jalur rel baru sejauh 1,3 kilometer dari Stasiun Jember.
“Opsi kedua adalah memanfaatkan lahan milik KAI di Rambipuji. Di sana sebenarnya sudah ada jalur khusus yang pernah dipakai untuk angkutan. Tinggal dimaksimalkan kembali," jelanaya.
Cahyo menilai, opsi kedua tidak terlalu rumit, terutama dari sisi perizinan.
Sebab infrastrukturnya sudah ada. Opsi ini bahkan lebih cepat secara teknis karena tak perlu membangun jalur baru. Lokasinya juga bersisian dengan lahan milik perusahaan pupuk Pusri, yang memungkinkan kerjasama multipihak bersama Pertamina.
"Kami dari KAI pada prinsipnya siap. Tentunya kami juga harus memenuhi aspek perizinan dan keselamatan. Begitu Pertamina siap, kami juga siap mengoperasikannya," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jalur rel khusus ke depo Gebang dulunya memang ada dan terdata sebagai bagian dari aset Pertamina.
Dengan penyesuaian dan kajian keselamatan, jalur tersebut memungkinkan untuk diaktifkan kembali guna mendukung distribusi BBM. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi