Radar Jember - Tingginya angka kematian ibu dan angkat kematian bayi (AKI/AKB) serta stunting di Jember membutuhkan keterlibatan peran seluruh elemen.
Termasuk dari masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai peran masyarakat untuk ikut serta menyosialisasikan program-program strategis pemerintah daerah yang dirasa cukup penting.
Terlebih untuk mengurai permasalahan seperti AKI, AKB, dan stunting Jember yang angkanya masih signifikan se-Jawa Timur.
"Sejak 1 April kemarin, kita (Jember, Red) telah Universal Health Coverage (UHC). Data yang kami terima, alhamdulillah perlahan UHC Jember telah membantu menekan AKIB dan stunting," urainya, saat Apel Sholawat dalam Bunga Desaku jilid 3 di Ambulu (28/7/2025).
Di hadapan masyarakat yang mayoritas emak-emak saat itu, Gus Fawait mengharap dukungan masyarakat untuk turut membantu menyosialisasikan UHC.
Sebab, lewat UHC pengobatan warga Jember ke fasilitas kesehatan sepenuhnya ditanggung pemkab dengan anggaran mencapai sekitar Rp400 miliar.
Gus Fawait mengharapkan masyarakat Jember memanfaatkan UHC.
Sehingga tidak ada lagi cerita masyarakat kesulitan mengakses faskes lantaran keterbatasan biaya pengobatan, karena semuanya telah gratis.
"Jadi sampaikan, kalau ada saudara, tetangga yang sakit, bawa ke puskesmas atau rumah sakit. Semuanya gratis dan kalau tidak terlayani dengan baik, sampaikan ke kami melalui saluran Wadul Guse," pinta Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh