Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dapodik Jadi Penghalang Dana Pusat? Gus Fawait Ultimatum Kepsek, Evaluasi Dimulai Akhir Juli!

Maulana RJ • Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:10 WIB
BERI ARAHAN: Bupati Fawait saat berbicara di hadapan para kepala SD dan SMP terkait program pemerintah daerah bidang pendidikan, beberapa pekan lalu, (18/6/2025).
BERI ARAHAN: Bupati Fawait saat berbicara di hadapan para kepala SD dan SMP terkait program pemerintah daerah bidang pendidikan, beberapa pekan lalu, (18/6/2025).

Radar Jember - Rencana perbaikan terhadap kerusakan gedung sekolah rusak di Jember sejauh ini masih dinanti kelanjutannya.

Pemerintah daerah beberapa kali telah melobi-lobi pusat agar Jember mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah pusat yang dikucurkan melalui APBN.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku mendapat cerita yang kurang membahagiakan terkait rencananya itu, di sela-sela lawatannya ke Jakarta.

Ia menyebut banyak sekolah di Jember tidak menampilkan kondisi infrastruktur sekolah yang sebenarnya dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Ada sekitar 1.500 lebih sekolah yang rusak, tapi di Dapodik tidak ada? Berarti saya bilang, ini orang-orang macak kaya padahal miskin,” katanya, saat kesempatan berbicara di hadapan para kepala SD dan SMP, di kantor Dinas Pendidikan Jember, beberapa pekan lalu (18/6/2025).

Gus Fawait, sapaan akrab dia, mencontohkan, ada SD dan SMP yang menyajikan data di Dapodik diakal-akali.

“Ketika dicek, tidak punya perpustakaan tapi diada-adakan perpustakaannya. Tidak ada lab komputer, disewakan ke rental lab, agar sekolahnya kelihatan bagus. Ternyata itu semua untuk kepentingan akreditasi,” bebernya.

Gus Fawait saat itu memerintahkan Dinas Pendidikan Jember untuk segera menyampaikan kepada semua kepala SD dan SMP untuk dilakukan evaluasi dan asesmen.  

“Akhir Juli lah. Kita perlu asesmen kepala sekolah, juga saya mohon dibantu Komisi D, untuk pengawasan SD dan SMP agar memperbaiki Dapodik-nya,” pintanya.

Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk urusan pendidikan diyakini sangat besar.

Dari berbagai kabupaten/kota yang mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke pusat, rata-rata bisa disetujui sampai Rp 100 miliaran.

“Biasanya dapat 10 persen dari pengajuan, di Jember cuma dapat Rp 6- 9 miliar, setahun. Karena pengajuannya cuman 60-90 miliar. Kabupaten lain tidak takut, tidak malu, ajukan perbaikan sampai Rp 1 triliun, dapatnya bisa Rp 100 miliar,” bebernya.

Gus Fawait menghendaki. sebelum pusat mengucurkan bantuan, persoalan Dapodik ini harus tuntas.

“Saya sampaikan kepada seluruh kepala sekolah, ketemu saya nanti akhir Juli, sekaligus evaluasi, perbaiki dapodiknya. Itu PR dan mudah-mudahan kerusakan gedung sekolah di Jember ini bisa diselesaikan bersama,” harapnya. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #dapodik #sekolah rusak #Bupati Jember #Gus Fawait