Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tangani Stunting dan AKIB, Bupati Jember Gus Fawait Libatkan 17 Dokter Spesialis Anak!

Maulana RJ • Jumat, 25 Juli 2025 | 14:35 WIB
PIMPIN RAPAT: Bupati Fawait didampingi Plt Kadinkes Jember Akhmad Helmi Luqman (kanan) dalam rapat bersama dokter spesialis anak yang membahas kaitan stunting dan AKI/AKB, di Pendapa Wahyawibawagraha.
PIMPIN RAPAT: Bupati Fawait didampingi Plt Kadinkes Jember Akhmad Helmi Luqman (kanan) dalam rapat bersama dokter spesialis anak yang membahas kaitan stunting dan AKI/AKB, di Pendapa Wahyawibawagraha.

Radar Jember - Stunting dan angka kematian ibu dan angka kematian anak (AKI/AKB) di Jember masih menjadi pekerjaan rumah yang menjadi perhatian oleh pemerintah daerah.

Persoalan kesehatan dasar ini juga menuntut keterlibatan banyak pihak.

Tak hanya elemen masyarakat, tapi juga tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis anak.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa peran dari nakes sangat menentukan keberhasilan penanganan stunting dan AKIB.

Apalagi, juga didukung dengan komitmen pemerintah daerah dengan memfasilitasi pelayanan dasar di bidang kesehatan.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Jember akan menambahkan anggaran untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) prioritas melalui pemberdayaan efisiensi anggaran daerah.

"Salah satu fokus UHC ini meningkatkan mutu pelayanan ibu dan anak di seluruh wilayah Jember," kata Gus Fawait, dalam keterangan resminya, saat memimpin diskusi bersama 17 dokter spesialis anak dari 13 rumah sakit di Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin lalu (21/7/2025).

Pertemuan itu diharapkan mewujudkan sinergi antara pemerintah daerah dan nakes dalam mengintensifkan AKI/AKB dan prevalensi stunting di Jember.

Hal itu demi merealisasikan peningkatan kesehatan masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan secara signifikan.

Rapat bersama tersebut tak hanya dihadiri nakes, juga hadir TP3D, DP3AKB, Dinkes, Bappeda, dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Mereka berdiskusi, menyampaikan pandangan, temuan di lapangan, dan usulan konkret.

Mereka juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil berisiko tinggi dan bayi.

Serta mengusulkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan intensif bagi bidan dan pelibatan aktif tokoh masyarakat.

Selain itu, kader posyandu juga dilatih dalam mengedukasi dan mendukung program kesehatan.

Gus Fawait menegaskan seluruh masukan menjadi atensi semua OPD terkait, untuk dirumuskan menjadi kebijakan guna mempercepat penurunan AKI/AKB dan stunting.

“Ini komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat Jember, khususnya ibu dan anak agar mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #Jember #Stunting #AKI/AKB #uhc #Bupati Jember #Gus Fawait