Radar Jember - Keberadaan proyek strategis nasional atau PSN selama ini dianggap berperan penting untuk mendorong perputaran perekonomian, khususnya di daerah.
Hal itu diutarakan Bupati Jember Muhammad Fawait, seusai melakukan kunjungan ke Jakarta.
Salah satu yang dituju Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Saat itu, ia ditemui langsung oleh Menteri dan Wakil Menteri Bappenas, beserta jajarannya (30/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait menyampaikan banyak hal terkait pembangunan Jember yang dirasa belum signifikan sejak beberapa tahun terakhir.
"Kami tidak dalam rangka menyalahkan pemerintah yang lama, tapi ini untuk pembangunan Jember ke depan," katanya, memberi paparan saat rapat paripurna di DPRD Jember (4/7/2025).
Ia memaparkan bahwa posisi Jember hari ini belum masuk bagian dari proyek strategis nasional dalam banyak hal.
Ia mencontohkan dalam bidang pariwisata yang malah kecipratan di kabupaten tetangga, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Pasuruan, sampai Malang.
"Tinggal Jember sendirian. Maka, kemarin bertemu Bappenas. Kami berdiskusi, kami bawa data, kami sampaikan bahwa Jember didesain menjadi kabupaten penyangga selama ini. Namun Jember memiliki masalah, salah satunya yakni kemiskinan," papar dia.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengutarakan bahwa kemiskinan Jember mencatatkan terbanyak kedua se-Jatim, baik secara persentase kemiskinan ekstrem maupun secara angka absolut.
Maka dari itu, ia menghendaki Jember dapat terus mendapatkan kucuran dan dukungan dari pusat dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Ia juga menegaskan sinyal-sinyal itu sudah mulai ditangkap pemda.
Mulai dari bidang infrastruktur, yakni rencana reaktivasi bandara, hingga rencana pembangunan underpass di Mangli.
Ia juga mengharapkan langkah itu terus dikawal dan diperluas oleh DPRD, termasuk oleh eksekutif, hingga kepala-kepala OPD.
"Jalur kebijakannya sudah ada, sudah dibikin oleh Bappenas. Karena itu, saya mengajak eksekutif dan DPRD membantu proses ini. Mudah-mudahan lima tahun mendatang Jember akan terhubung. Seperti halnya jalan tol yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa," harapnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh