SUMBERSARI, Radar Jember - Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif di Lingkungan Pemkab Jember sejauh ini tampak berjalan mulus.
Indikasi itu terlihat dari beberapa kali kesempatan Bupati Jember Muhammad Fawait, yang kerap menggandeng beberapa pimpinan DPRD, dalam setiap kali acara.
Keharmonisan itu juga terlihat saat rapat paripurna, baru-baru ini di Gedung DPRD Jember.
Bupati Fawait menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak alergi terhadap kritik, saran ataupun masukan yang datang dari masyarakat.
Termasuk kritik yang dilayangkan oleh para legislator di Parlemen Tegalboto, itu.
"Mulai dari kritikan, masukan dan apapun itu. Karena kami fikir kritikan dan masukan itu menjadi vitamin bagi eksekutif, membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik," katanya, di sela-sela rapat paripurna (4/7).
Sebagai mantan legislator yang telah tiga kali melenggang ke parlemen, Bupati Fawait mengaku dirinya sangat terbuka terhadap segala kritik.
Termasuk kritik dari publik terhadap RPJMD Jember yang baru saja mendapatkan kesepakatan bersama, antara eksekutif dan legislatif.
Ia menegaskan, kritik maupun masukan itu akan tetap menyertai dalam pembangunan Jember lima tahun ke depan.
Karena itu, ia tidak menutup ruang jika sewaktu-waktu RPJMD harus direvisi di tengah jalan.
"Kami tahu ada peluang, jika nanti dibutuhkan revisi, maka tidak menutup peluang untuk kami merevisi RPJMD, sesuai dengan kebutuhan pembangunan Jember," jelas dia.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mendukung proses pembangunan Jember dan bisa selaras dengan pembangunan nasional, sebagaimana cita-cita Indonesia emas tahun 2025.
"Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Sinergi legislatif dan eksekutif yang begitu luar biasa, ikut membantu dalam mengusung program lima tahun yang akan datang. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah untuk kita semua," pungkas Gus Fawait, sapaan akrabnya. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi