Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait mengumumkan komposisi kabinet baru yang dimutasi dan akan bertugas pada awal tahun periode pemerintahannya.
Hal itu ditegaskannya saat melantik sebanyak 20 pejabat eselon, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis petang (19/6/2025).
Dari 20 orang itu, 17 pejabat eselon II dan 3 pejabat lainnya juga dibebankan tugas sebagai pelaksana tugas atau Plt.
"Ini budaya baru di Pemkab Jember, memang kami di awal-awal menjabat tidak langsung melakukan perombakan, tapi kami berikan kesempatan bekerja selama 100 hari. Dan, hari ini kami lakukan penyegaran," katanya kepada wartawan, Kamis (19/6).
Gus Fawait, sapaan akrabnya, menyebut, mutasi dan pelantikan pejabat eselon tidak ada motif apa pun.
Apalagi yang terkait bekas politik Pilkada 2024.
Ia menyatakan, selama 100 hari masa kerjanya kemarin, semua kepala OPD telah diberikan kesempatan yang sama untuk melakukan inovasi kerja.
Setelah dilakukan serangkaian evaluasi, gerbong mutasi itu pun akhirnya ia gerakkan.
Dalam eksekusi gerbong mutasi tahap 1 ini, Fawait juga tidak memberikan punishment terhadap pejabat yang dilantik, kemarin.
Tak ada penurunan pangkat dan jabatan serta tidak ada sanksi.
Dia menyebut, itu dilakukan atas nama cinta demi perbaikan birokrasi.
"Komitmen saya tidak akan mengubah OPD ini tanpa cinta, non-job atau penurunan pangkat, apa pun itu tidak ada. Ini murni bagian dari cinta, budaya baru, demi kemajuan Jember ke depan," tegasnya.
Ia juga menyatakan mutasi pejabat eselon itu sudah memedomani regulasi, melalui persetujuan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan izin dari Kemendagri.
Dia memastikan evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan demi performa kinerja OPD dapat sesuai dengan ritme kinerja kepala daerah.
"Kalaupun nanti ada perombakan lagi, kita harus sesuai aturan, harus dilakukan evaluasi, dalam tiap triwulan selama enam bulan. Setelah itu, jika ada OPD yang larinya kurang kenceng, kami nanti bisa lakukan penyegaran kembali," tegasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh