Radar Jember - Sejumlah program yang diluncurkan pemerintah daerah telah membuat kran komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat cukup terbuka tanpa sekat.
Tidak hanya komunikasi, masyarakat di perdesaan pun menyampaikan banyak aspirasi kepada pemerintah.
Bahkan kepala desa (kades) juga mengutarakan hal serupa.
Para kades banyak menitipkan aspirasi kepada Pemkab Jember, terutama dalam hal pembangunan.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui demikian, saat beberapa kesempatan ngantor di desa, dalam program Bunga Desaku, (24/5/2025).
"Begitu kami datang saat agenda Bunga Desaku, mereka, para kades, menyampaikan banyak hal langsung ke kami," bebernya.
Mayoritas, kata bupati, usulan yang dilayangkan kades ini terkait urusan infrastruktur desa yang minta diperhatikan pemda.
“Contoh, ada pak kades yang usul jalan, mana Pak Kepala Dinas PU Bina Marga, kami panggil. Ada yang minta beasiswa, mana Pak Kadis Pendidikan, kami panggil. Ada usul PJU, Cipta Karya, kami panggil kepala dinasnya. Jadi produktif sekali, banyak usulan yang kami tampung," tuturnya.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat, termasuk dari kades, ada beberapa yang bisa dieksekusi dan ada yang harus tertunda karena keterbatasan dana.
“Kalau kami bisa selesaikan dengan cepat pasti kami selesaikan dengan cepat. Kalau terkait dengan penganggaran, tentu tidak bisa cepat, ada kaidah-kaidah penyusunan APBD. Itu juga kami jelaskan kepada masyarakat, yang pasti semua usulan tidak akan hilang sebelum direalisasikan," tutup Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh