Radar Jember - Kerusakan jalan milik Pemprov Jatim di Jember belakangan ini terus mendapat perbaikan.
Di lapangan, pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan juga masih berlangsung.
Mulai dari ruas jalan di Rambipuji, Balung, hingga Puger.
Sebelum tutup tahun anggaran 2025 ini, Pemkab Jember memastikan perbaikan serupa akan kembali digulirkan Pemprov Jatim.
Bahkan, pada tahun 2026 nanti juga ada ketambahan perbaikan baru.
"Alhamdulillah, di akhir tahun 2025, Ibu Gubernur Khofifah menambahi perbaikan jalan sepanjang 5 kilometer lagi, dan di tahun 2026 ditambah 10 kilometer lagi," kata Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu warga Bandealit, Tempurejo (5/6/2025).
Bupati Fawait menegaskan bahwa sejak tiga bulan terakhir, pihaknya rajin melakukan lobi-lobi ke pusat, Jakarta.
Hal itu demi pembangunan Jember bisa didanai APBN maupun dengan APBD Provinsi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur Jember tidak hanya dari pusat, tapi juga dari provinsi.
"Saya datangi Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa, Red), saya matur ke beliau. Bahwa, jalan di Jember hancur, kemiskinannya juga banyak. Alhamdulillah, perbaikan jalan di Jember ini ditambahkan lagi," imbuh Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan bahwa anggaran infrastruktur tidak tiba-tiba bisa dikucurkan pemerintah pusat atau pemerintah provinsi.
Namun, harus melalui proses lobi-lobi dan negosiasi.
"Anggarannya tidak ujug-ujug jatuh dari atas bagai embun di pagi hari. Karena itu, saya bolak-balik ke Jakarta, selama tiga bulan kemarin," tutup bupati.
Sebelumnya, saat meresmikan jalan beton Kasiyan Timur, Puger (25/5), Gubernur Jatim Khofifah memang menjanjikan akan melakukan perpanjangan jalan dari rencana awal.
"Kalau misalnya ada yang bisa dimaksimalkan di PAPBD, mudah-mudahan masih bisa kami tambahkan percepatan perbaikan jalan," katanya.
Meski begitu, Khofifah menegaskan agar tidak ada lagi truk over dimension and overload (ODOL) atau truk monster yang menjadi biang jalan hancur.
“Mari jaga bersama kapasitas badan jalan ini agar manfaatnya bisa berkelanjutan bagi masyarakat,” imbuh dia. (mau/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh