Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait rajin melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian, BUMN, hingga elite pimpinan partai politik, di Jakarta, sejak beberapa hari terakhir.
Dalam lawatannya itu, ia tidak sekadar silaturahmi, tapi juga menyodorkan proposal program pembangunan ke pusat agar mau mengucurkan APBN-nya untuk membantu pembangunan di Jember.
Melalui kunjungan kerja (kunker) itu, Bupati Fawait juga mengajukan program di bidang infrastruktur.
"Kami memang sering ke Jakarta, ngapain? Kami ngamen, Bapak Ibu. Ketemu di kementerian ini, kementerian itu," akunya, saat bertemu warga di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Tempurejo, Jember, Kamis (5/6/2025).
Ia menilai, membangun Jember tidak cukup dengan APBD Jember yang terbatas sekitar Rp 4,2 triliunan.
Terlebih, Jember memiliki permasalahan akut yang belum tertangani dengan baik, yakni kemiskinan yang tersebar di pelosok, pinggir kebun, pantai, pinggir hutan PTPN, maupun hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Bandealit.
"Mau minta ke TNMB, minta ke PTPN, tidak punya anggaran penanganan kemiskinan, akhirnya bupatinya harus ngamen ke Jakarta," tambahnya.
Ia mencontohkan beberapa program hasil lobi-lobinya itu.
Di antaranya bantuan pembangunan di bidang infrastruktur berupa flyover atau underpass di Perempatan Mangli senilai ratusan miliar tahun 2026.
Lalu, bantuan pemasangan jaringan listrik oleh PLN di Bandealit senilai hampir Rp 50 miliar, rencana bantuan 7.000 meteran listrik gratis, bantuan alat-alat kesehatan untuk RSD di Jember yang ditaksir Rp 100 miliar, penambahan rumah sakit daerah, bantuan optimalisasi 6.000 hektare lahan pemda, bantuan alsintan, dan beberapa lainnya.
"Kalau ditotal ini semuanya, tiga bulan Jember dapat dana insyaallah sebanyak sekitar Rp 1 triliun untuk tahun 2025 dan 2026, untuk Jember," jelasnya.
Baca Juga: Peluang Praktik 86 dalam Penerapan Restorative Justice, Begini Pendapat Dekan FH Unmuh Jember
Tak hanya dengan pemerintah pusat, pasangan Wabup Jember Djoko Susanto ini juga membeber hasil ngamennya, ke Gubernur Jatim, untuk pembangunan jalan provinsi di Jember.
Ia menyebut, Jember akan kembali mendapat bantuan perbaikan jalan 5 kilometer tahun 2025 ini dan ditambah 10 kilometer pada tahun 2026.
"Jadi, anggaran semuanya ini tidak ujug-ujug jatuh dari atas bagai embun di pagi hari. Karena itu, saya bolak-balik ke Jakarta, kami ngamen, selama tiga bulan kemarin. Inilah sinergisitas antara pemkab, dengan provinsi dengan pusat. Pokok membangun Jember harus bersama-sama," pungkasnya. (mau/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh