AJUNG, Radar Jember - Upaya mereaktivasi Bandara Notohadinegoro Jember sejauh ini terus bergulir dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember.
Keinginan menghidupkan kembali bandara yang sudah mengalami banyak pasang surut itu terus mengemuka.
Terlebih, di era pemerintahan Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, reaktivasi bandara menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah daerah untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang ramah investasi.
Bahkan tidak sekedar untuk investasi, Bupati Jember Muhammad Fawait juga membidik reaktivasi bandara kebanggaan warga Jember ini untuk menarik banyak kunjungan wisatawan ke Jember.
"Tahun 2025 kita tidak boleh dipandang sebelah mata lagi oleh kabupaten sebelah. Kalau sebelah punya bandara, Jember bandaranya akan hidup kembali," tegasnya, saat memberikan orasi saat resepsi puncak 100 hari kerja, di Pantai Watu Ulo, Ambulu, Jember (1/6/2025).
Lebih lanjut dalam kesempatan yang lain, Gus Fawait juga menegaskan bahwa Bandara Notohadinegoro Jember menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah untuk terus diberikan perhatian.
Sebab selama ini, bandara yang masih berdiri di tanah PTPN itu juga masih memerlukan banyak sentuhan kebijakan yang lebih strategis, selain me-reaktivasi.
"Kita akan berusaha selalu yang terbaik, berkomunikasi dengan pihak-pihak, dan mudah-mudahan bandara kita bisa segera aktif kembali," pungkas dia.