Radar Jember - Sejumlah jabatan tinggi pratama yang menempati pos jabatan strategis di lingkungan Pemkab Jember masih dihuni oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).
Seperti diketahui, pemerintah daerah sejauh ini belum menggerakkan gerbong mutasi.
Selain itu, upaya seleksi terbuka atau open bidding juga belum dilakukan.
Bahkan, jabatan Sekda Jember juga belum definitif dan masih diisi penjabat (Pj).
Meski begitu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku telah memikirkan mengenai posisi jabatan kosong tersebut.
Terutama posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia memastikan, pengisian jabatan kosong itu akan dilakukan segera.
"Pasti kami isi, yang kosong kami isi, kemudian yang sesuai dengan hasil kinerja kita. Kalau tidak di OPD A, misalnya, dia harus geser ke OPD B, dan sebagainya," katanya.
Lebih lanjut, Gus Fawait mengaku pengisian itu juga seiring dengan rencananya yang akan mengocok ulang komposisi kabinetnya, para kepala OPD, setelah ia mengevaluasi masa kinerjanya pasca-100 hari kerja menjadi bupati.
"Pilkada sudah selesai, tidak boleh lagi ada pergeseran karena faktor politik pilkada. Saya kasih kesempatan kemarin 100 hari, dan hari ini kami akan evaluasi mana yang memang cocok dan mana yang harus geser, sesuai dengan petunjuk dan izin dari BKN. Sekali lagi, Jember tidak butuh superman tapi Jember butuh super team," tambahnya.
Kabar lain menyebutkan pengisian jabatan kosong ini akan dilakukan setelah perubahan APBD, atau setelah Raperda KSOTK Jember didok.
Terpisah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember mencatat, jabatan lowong per 1 Januari 2025 ada sebanyak 113 jabatan.
Kemudian yang diisi pelaksana tugas (Plt) sebanyak 66 orang.
Termasuk di dalamnya yang di tetapkan Plt belum lama ini oleh bupati, sebanyak 16 orang.
Di antaranya jabatan kepala badan, kepala dinas, direktur RSD, sekretaris dinas, kabag dan kabid, dan selebihnya jabatan camat.
"Pelaksana tugas ini bersifat sementara sampai ditetapkannya pejabat definitif agar organisasi berjalan dengan optimal," jelas Kepala BKPSDM Sukowinarno, beberapa pekan lalu. (mau/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh