Bukan Superman, Bupati Jember Gus Fawait Ungkap Alasan Bentuk Super Team, Ingin Kejar Ketertinggalan dengan Daerah Lain
Maulana RJ• Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:21 WIB
Bupati Gus Fawait bersama jajaran kepala OPD dan TP3D Jember. (Maulana/JPRJ)
PATRANG, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memiliki cara tersendiri dalam memimpin birokrasi di era pemerintahannya untuk lima tahun mendatang.
Bahkan sejak awal menjabat sebagai orang nomor satu di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini, ia tidak seketika menggerakkan gerbong mutasi pejabar di lingkungan Pemkab Jember.
Namun ia memberikan kesempatan kepada para ASN/PNS untuk berinovasi, menunjukkan kinerja terbaiknya.
Dalam beberapa kali kesempatan, ia tegas menyatakan keinginannya terhadap Super Team, tangguh. Bukan Superman.
"Sering kami sampaikan, kita tidak butuh superman, tapi kita butuh super team, untuk membangun Jember ini," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat kesempatan Musrenbang RPJMD, di pendapa Wahyawibawagraha Jember, (5/5).
Sebagai kepala daerah berlatar belakang politisi yang telah melenggang tiga kali ke DPRD Jatim, Gus Fawait merasa tetap membutuhkan peran berbagai pihak, seperti super team yang ia maksudkan itu.
Terlebih, dalam fokus pemerintahannya bersama Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, ia memprioritaskan sejumlah hal.
Pertama, terkait pertumbuhan ekonomi, kedua pemerataan pembangunan, ramah investasi, untuk mengatasi ketimpangan pendapatan. Dan ketiga, difokuskan untuk kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan kemiskinan.
"Ini tidak bisa saya lakukan sendiri, kita harus kolaborasi dengan Forkopimda, jajaran DPRD, jajaran birokrat, para kepala OPD. Sering saya sampaikan, kita tidak butuh superman, tapi kita butuh super team," urai dia.
Lebih lanjut, presiden Laskar Sholawat Nusantara ini menilai potensi Jember menjadi kabupaten penyangga dalam banyak. Namun indikator pertumbuhan Jember masih banyak yang disalib oleh kabupaten tetangga.
"Mari bergandengan, dalam 100 hari pertama, tunjukkan bahwa Jember ini layak menjadi pusat pertumbuhan dan lainnya, di wilayah sekitar kita. Buktikan bahwa dalam 100 hari ini menjadi pondasi untuk lima tahun yang akan datang," pintanya, kepada para stakeholder Musrenbang, saat itu.