Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait berencana memugar komposisi birokrasi di bawah kepemimpinannya.
Dia menginginkan ada kabinet baru, yang membantunya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan demi mewujudkan visi misinya bersama Wakil Bupati Jember Djoko Susanto.
Hal itu ditegaskan Gus Fawait saat menyampaikan progres dan rencana kerjanya, secara terbuka, di Kantor DTPHP Jember.
"Nanti setelah 100 hari akan kami umumkan, kabinet terbaru hasil dari kinerja 100 hari ini. Kalau minta bocoran kepada Pak Ketua TP3D saja, ya," katanya.
Penting diketahui, TP3D merupakan singkatan dari Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember, dan ketuanya adalah Gogot Cahyo Baskoro.
Sejak resmi dilantik sebagai kepala daerah secara serentak oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, 20 Februari 2025 lalu, Gus Fawait diketahui belum menggerakkan gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Jember.
Maklum, mutasi di tubuh birokrasi baru bisa dilakukan paling cepat 6 bulan setelah pelantikan bupati baru.
Kemarin-kemarin, ia baru menempatkan belasan pejabat pelaksana tugas (Plt) pada sejumlah posisi tertentu yang sebelumnya kosong.
Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan dalam 100 hari masa kepemimpinannya ini ia ingin ada tradisi baru.
Jika biasanya transisi dari pemerintahan lama ke pemerintahan baru selalu diikuti dengan pergeseran sejumlah jabatan OPD, ia memilih tak melakukannya.
"Mungkin kalau zaman dulu, kalau ada perubahan kepemimpinan akan ada pergeseran, perombakan. Tapi hari ini, sesuai komitmen, kami tidak langsung merombak, tidak langsung menggeser," tegasnya.
Bukan tanpa alasan. Gus Fawait menegaskan, ia ingin memberi peluang untuk para pejabat OPD berinovasi dan unjuk kerja terbaiknya, dalam 100 hari pertama kepemimpinan bupati ini.
Selain itu, Gus Fawait juga mendorong upgrading kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemda.
Salah satunya dengan melakukan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II B, yang baru saja digelar, di Hotel Rembangan, Jember, Minggu lalu (18/5/2025).
"Tentu setelah 100 hari ini kami lakukan evaluasi dan salah satunya uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II B tadi," tambahnya.
Seperti diketahui, sejak Maret lalu, Pemkab Jember juga berencana melakukan restrukturisasi OPD.
Bisa jadi, rencana pembentukan kabinet baru akan mengeksekusi rencana itu.
Bila benar, maka jumlah OPD di Jember akan berkurang dan ini sejalan dengan keinginan efisiensi, yakni merampingkan sejumlah OPD ke OPD lain.
Beberapa rencana itu yakni, Dinas Kepemudaan dan Olahraga akan digabung dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menjadi Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata.
Selanjutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana dilebur ke dua dinas: Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
Nantinya, akan menjadi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.
Kemudian yang kedua akan menjadi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dilebur dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Tenaga Kerja. Menjadi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan.
Kemudian, urusan perindustrian gabung ke Dinas Tenaga Kerja.
Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya dilebur dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air.
Ini juga dilebur menjadi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup.
Satu lagi menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Sedangkan yang terakhir adalah peleburan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dengan Dinas Perikanan. (mau/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh