PATRANG, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait berencana memugar komposisi pimpinan birokrasi di bawah kepemimpinannya.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengaku menginginkan ada kabinet baru, yang membantunya dalam tugas-tugas pemerintahan demi visi misinya bersama pasangannya, Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, bisa terwujud.
Hal itu ditegaskan Gus Fawait, saat menyampaikan progres dan rencana kinerjanya, secara terbuka, di Kantor DTPHP Jember, (21/5).
"Nanti setelah 100 hari akan kami umumkan, kabinet terbaru hasil dari kinerja 100 hari ini, kalau minta bocoran kepada pak ketua TP3D saja ya," katanya, disusul canda.
Sejak resmi dilantik sebagai kepala daerah secara serentak oleh Presiden Prabowo di istana kepresidenan, Jakarta, (20/2), Gus Fawait diketahui belum menggerakkan gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Jember.
Ia baru menempatkan belasan pejabat pelaksana tugas (Plt) pada sejumlah posisi tertentu yang sebelumnya kosong.
Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan dalam 100 hari masa kepemimpinannya ini ia ingin ada tradisi baru.
Jika biasanya transisi dari pemerintahan lama ke pemerintahan baru selalu diikuti dengan pergeseran sejumlah jabatan OPD, namun ia memilih tidak melakukannya.
"Mungkin kalau jaman dulu, kalau ada perubahan kepemimpinan akan ada pergeseran, perombakan. Tapi hari ini, sesuai komitmen, kami tidak langsung merombak, tidak langsung menggeser," tegasnya.
Bukan tanpa alasan. Gus Fawait menegaskan bahwa ia ingin memberi peluang untuk para pejabat OPD berinovasi dan unjuk kerja terbaiknya, dalam 100 hari pertama kepemimpinan bupati ini.
Selain itu Gus Fawait juga mendorong upgrading kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama, di lingkungan pemda.
Salah satunya dengan melakukan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama eselon IIb, yang baru saja digelar, di Hotel Rembangan, Jember, Minggu lalu (18/5).
"Tentu setelah 100 hari ini kami lakukan evaluasi dan salah satunya uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama eselon IIb tadi," tambah dia. (mau)