Radar Jember - Banjir menjadi salah satu potensi bencana yang langganan terjadi di Jember.
Pemkab Jember dituntut tak sekadar memperbaiki kualitas infrastruktur, tapi juga langkah-langkah penanggulangan banjir.
Hal itu juga diakui oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.
Menurut dia, banjir tidak cukup sekadar ditangani melalui perbaikan infrastruktur.
Namun, juga harus ada upaya reboisasi hutan sebagai daerah serapan.
"Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi banjir, selain infrastruktur yang kita butuhkan, kita perlu program antisipasi yang lebih jauh lagi yakni melaksanakan reboisasi lahan-lahan kritis dan sumber air," paparnya.
Lebih lanjut, dalam rencana program kerjanya Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), Gus Fawait berencana akan melakukan reboisasi.
Wilayah di kecamatan Tanggul akan menjadi jujukan pertamanya.
"Insyaallah kita akan awali nanti di wilayah Kecamatan Tanggul, dan pionirnya nanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," jelasnya.
Ia juga merencanakan Bunga Desaku akan mulai jalan pekan-pekan ini.
"Saya undang seluruh kawan-kawan untuk hadir di sana. Menyaksikan salah satu terobosan pemkab, mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, untuk membuat dekat antara bupatinya dengan masyarakatnya," tutup dia. (mau/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh