Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minta Pembentukan KMP Tetap Guyub, Soal Kabar Dinamika Negatif, Begini Kata Bupati Jember Gus Fawait  

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:00 WIB

 

Bupati Jember Muhammad Fawait. (Maulana/Radar Jember)
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Maulana/Radar Jember)

Radar Jember - Pembentukan Koperasi Desa/kelurahan Merah Putih (KMP) sejauh ini masih bergulir di desa-desa/kelurahan, kecamatan di Jember.

Kabar terbaru, sudah terbentuk sekitar 221 KMP yang dihasilkan dari proses musyawarah desa khusus (musdesus) desa-desa/kelurahan di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait telah mewanti-wanti dalam pembentukan KMP ini tetap berjalan guyub tanpa gejolak.

Meski ia sempat menerima kabar mengenai dinamika negatif yang muncul dalam proses pembentukan KMP, Gus Fawait menilai hal itu wajar.

"Siapa pun pihak boleh mengusulkan. Soal ada dinamika di bawah, saya pikir hal biasa, itu bagian dari kayanya demokrasi di Jember. Jadi biasa-biasa saja," urainya.

Gus Fawait meyakinkan bahwa dinamika yang berkembang dalam pembentukan KMP sebagai bagian dari proses demokrasi.

Meski begitu, ia menekankan bahwa mufakat final harus dilahirkan dari musdesus.

"Kalau masalah pembentukan, karena melibatkan orang banyak, biasa ada pro kontra dan sah-sah saja. Soal siapa pun yang mengusulkan monggo. Karena namanya orang mengusulkan, siapa pun boleh, yang penting keputusan tertingginya ada di musdesus," jelasnya.

Gus Fawait juga menegaskan bahwa ia senantiasa memantau perkembangan pembentukan koperasi yang diamanatkan langsung oleh Presiden Prabowo ini.

Baca Juga: Komitmen Nyata Majukan Pendidikan Jember, Bupati Gus Fawait Terima Penghargaan Nasional, Diserahkan Mendagri Tito Karnavian

"Terakhir saya cek di Dinas Koperasi, semua masih on the track dan tidak ada hal-hal yang menghambat. Insyaallah ini (pembentukan KMP, Red) bisa segera terselesaikan," pungkasnya. (mau/c2/dwi)

 Baca Juga: Mobil SUV Masih Jadi Primadona di 2025: Pilihan Baru yang Layak Dilirik

 

Editor : Imron Hidayatullahh