Radar Jember - Program berobat gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) prioritas yang diluncurkan Pemkab Jember, belum lama ini, membuat tingkat kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan melonjak drastis.
Terutama di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono mengutarakan bahwa sejak diberlakukannya UHC, jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit daerah melonjak hingga 40 persen.
"Karena terbukanya akses berobat, ada peningkatan jumlah pasien, sekitar 20 sampai 30 persen. Ada beberapa rumah sakit justru lebih dari 40 persen," katanya, saat ditemui (5/5/2025).
Peningkatan jumlah itu diyakininya karena masyarakat mulai memanfaatkan layanan UHC yang memberikan akses pengobatan tanpa dipungut biaya alias gratis.
"Karena memang masyarakat sedang euforia, menyambut programnya Bupati Jember Gus Fawait ini, sehingga mereka jadi tidak takut mengakses layanan kesehatan karena sudah dijamin oleh UHC melalui BPJS Kesehatan," beber Hendro.
Tidak hanya jumlah pasien, tingkat ketersediaan kamar rawat inap atau bed occupancy rate (BOR) juga disebutnya melonjak.
"BOR-nya meningkat tajam, mencapai 80 persen lebih. Tentu, kami juga meminta kepada tiga rumah sakit daerah dan rumah sakit swasta untuk menyiapkan itu,” paparnya.
Ia juga menyebut bahwa hampir semua rumah sakit di Jember, baik milik pemerintah maupun swasta, telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sehingga memudahkan rujukan masyarakat untuk menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, menggunakan UHC.
"Hampir semua rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan, karena alur rujukan dari BPJS Kesehatan ini tidak bisa diarahkan, tapi menggunakan sistem. Jadi akan mencari rumah sakit terdekat yang saat itu kosong," tutup Hendro. (mau/c2/dwi)
Baca Juga: Mobil SUV Masih Jadi Primadona di 2025: Pilihan Baru yang Layak Dilirik
Editor : Imron Hidayatullahh