Radar Jember - Saluran pelaporan atau pengaduan masyarakat Wadul Guse besutan Bupati Jember Muhammad Fawait terus dikembangkan.
Kanal khusus yang dibuat untuk mendekatkan masyarakat dengan pemerintahan ini dibentuk beberapa hari setelah Bupati Fawait dilantik sebagai orang nomor satu di Jember, bersama wakilnya, Djoko Susanto.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, sejak saluran Wadul Guse diresmikan, pihaknya telah menerima berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat.
Baik terkait urusan dasar maupun urusan infrastruktur, secara daring.
Kini, Gus Fawait mengaku telah uji coba layanan itu secara luring (offline) atau tatap muka langsung.
Gus Fawait mengatakan bahwa saat uji coba Wadul Guse luring itu, ia menerima lawatan masyarakat dari sejumlah komunitas di Pendapa Wahyawibawagraha, untuk menyampaikan aspirasinya.
"Tadi (kemarin, Red) Wadul Guse offline, menerima beberapa komunitas masyarakat yang datang ke pendapa, untuk memberikan masukan-masukan. Bahkan juga ada keluhan-keluhan," tambah dia.
Baca Juga: Pemkab Jember Berkomitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan, 56 Ruas Jalan Telah Diperbaiki URC
Dalam beberapa kali kesempatan, Gus Fawait menegaskan bahwa program Wadul Guse ini telah menyerap banyak sekali masukan maupun keluhan masyarakat.
Bahkan, dalam setiap kali agenda kenegaraan, ia mengaku kepala daerah lain tertarik ingin mencontoh saluran pengaduan masyarakat Wadul Guse tersebut.
"Namanya program pertama, tidak ada yang sempurna. Wajar ada masukan dan kritikan di sana-sini. Ke depan terus kami evaluasi dan kami perbaiki," pungkas alumnus Unair dan UGM itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh