Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Evaluasi Layanan Wadul Guse, Bupati Gus Fawait Pastikan Semua Keluhan Warga Jember Tertangani

Radar Digital • Minggu, 23 Maret 2025 | 15:05 WIB
TEROBOSAN BARU: Layanan Wadul Guse pemkab Jember, yang baru saja diresmikan oleh Bupati Fawait, di sekitar halaman lobi Kantor Pemkab Jember, Jumat petang (14/3). (MAULANA/RJ)
TEROBOSAN BARU: Layanan Wadul Guse pemkab Jember, yang baru saja diresmikan oleh Bupati Fawait, di sekitar halaman lobi Kantor Pemkab Jember, Jumat petang (14/3). (MAULANA/RJ)

SUMBERSARIRadar Jember - Program layanan ‘Wadul Guse’ yang diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait, sejauh ini masih terbuka menerima setiap keluhan masyarakat. Sejak launching sepekan lalu, Bupati Fawait mengaku banyak menerima berbagai keluhan, dan aspirasi dari warga Jember.

“Wadul Gse adalah inovasi baru yang belum ada di kabupaten lain, baru di Jember yang ada. Karena ini program baru, tentu ada kelebihan dan kekurangan,” kata Fawait, saat memberikan pernyataan terbuka kepada awak media, (17/3).

Fawait merasa salah satu program ia luncurkan ini dapat lebih mendekatkan birokrasi ke masyarakat. Karena begitu ada keluhan dari warga, bisa langsung terintegrasi dengan OPD terkait. Termasuk terhubung ke tab miliknya.

Karena itu, demi mendukung layanan tersebut tetap prima, ia mengaku terus mengevaluasi program layanan wadul guse tersebut.

“Kami mengevaluasi program wadul guse ini. Bahkan wadul guse sudah ada beberapa yang realisasi. Termasuk ada keluhan fakir miskin sakit, kami gratiskan. Kami ada anggaran, kami gratiskan. Ada beberapa, bisa dicek datanya. Karena wadul guse itu juga langsung masuk ke tab saya,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan anggota orang nomor satu di Jember ini menegaskan bahwa tidak semua aduan maupun keluhan warga dapat tereksekusi. Karena jika berimplikasi terhadap anggaran, maka pemerintah harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Antara mengalokasikan saat Perubahan APBD tahun 2025 atau saat APBD tahun anggaran tahun 2026. “Setiap aduan/keluhan yang berimplikasi kepada anggaran, kami lihat dulu. Kalau tidak tersedia, harus tunggu saat Perubahan APBD 2025, kalau itu besar, di APBD 2026,” jelas dia.

Namun jika masih dirasa mampu, lanjut dia, maka keluhan tersebut langsung dapat tereksekusi. “Seperti keluhan soal toilet Alun-alun Jember kemarin, bisa teratasi. Kemudian keluhan orang sakit, sudah kami lakukan, dan kami gratiskan,” jelasnya.

Tak hanya menerima keluhan, gus Fawait, sapaan akrabnya, mengaku juga disodori proposal melalui layanan wadul guse tersebut. karena terbatas pada anggaran, pihaknya hanya bisa menampung.

“Tapi kalau berimplikasi terhadap anggaran, kami harus melalui mekanisme yang ada. Contoh wadul guse ada yang melalui proposal. Ya tidak kami bawa, tapi tetap menjadi catatan kami,” tutup presiden Laskar Sholawat Nusantara itu. (mau/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Bupati #Gus Fawait