Setarakan Kesejahteraan Guru Non-ASN
WARGA Jember memiliki sejumlah harapan besar terhadap kepemimpinan Bupati Jember yang baru. Terutama dalam hal pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta nasib tenaga honorer yang masih menjadi perhatian banyak pihak.
Harapan ini dipaparkan oleh dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, M. Farhan, yang menekankan pentingnya perhatian serius terhadap infrastruktur daerah sebagai salah satu faktor penentu kemajuan wilayah.
Menurutnya, meskipun Jember memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, pariwisata, dan pendidikan, masih banyak daerah yang tertinggal dalam hal aksesibilitas.
Farhan berharap Bupati Jember bisa lebih fokus pada pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya yang akan memudahkan mobilitas warga dan meningkatkan perekonomian lokal.
“Oleh karena itu, saya berharap Bupati Jember bisa memberikan perhatian lebih untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah yang masih tertinggal,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Farhan juga mengungkapkan harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Jember yang masih perlu ditingkatkan.
Dosen yang mengajar di UIN KHAS Jember ini menilai bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, yang pada gilirannya dapat mendongkrak kemajuan daerah.
“Kualitas pendidikan di Jember sudah mengalami kemajuan. Tetapi, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi. Saya berharap Bupati Jember bisa berfokus pada peningkatan fasilitas pendidikan, pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi, dan mendukung program-program yang dapat meningkatkan kemampuan tenaga pengajar,” katanya.
Farhan menambahkan bahwa Jember memiliki sejumlah perguruan tinggi yang berpotensi untuk menjadi pusat pendidikan berkualitas. Seperti UIN KHAS Jember, Unej, dan kampus lainnya.
Menurutnya, dengan dukungan dari pemerintah daerah, perguruan tinggi di Jember dapat memainkan peran yang lebih besar dalam menciptakan inovasi dan melahirkan lulusan yang siap bersaing di pasar global.
Tak hanya itu, Farhan juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib tenaga honorer yang banyak bekerja di instansi pemerintah daerah.
Sebagai seorang akademisi, ia menilai bahwa tenaga honorer berperan penting dalam menjaga kelancaran administrasi dan pelayanan publik. Namun, banyak di antara mereka yang masih hidup dalam ketidakpastian karena status kepegawaian mereka yang tidak jelas.
“Saya rasa sudah saatnya tenaga honorer di Jember mendapatkan perhatian lebih,” tegas Farhan.
Dalam hal ini, Farhan menyarankan agar pemerintah daerah juga memperhatikan kebijakan terkait pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Atau, setidaknya memberikan mereka kesejahteraan yang setara dengan pekerjaan yang mereka lakukan.
Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah daerah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi tenaga honorer untuk meningkatkan kualitas kerja mereka.
Pemerintah daerah perlu memiliki kebijakan yang berpihak kepada tenaga honorer. Agar mereka merasa dihargai dan memiliki kepastian masa depan. Selain itu, pelatihan keterampilan juga penting agar mereka semakin kompeten dalam bekerja.
Farhan juga menyoroti pentingnya peran media dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Sebagai dosen Komunikasi Penyiaran Islam, ia melihat bahwa media memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan konstruktif yang dapat memengaruhi kebijakan publik.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar media di Jember lebih aktif mengangkat isu-isu yang penting bagi warga. Seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan tenaga honorer.
“Saya percaya media memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. Oleh karena itu, media harus menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Menyuarakan harapan-harapan yang perlu didengar oleh pemimpin daerah,” tutupnya. (dhi/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi