Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Jember Hendy Siswanto Tolak Wacana Penutupan Pasar Hewan, Begini Pernyataan Tegasnya

Radar Digital • Sabtu, 25 Januari 2025 | 02:45 WIB

 

PASAR HEWAN: Warga membeli hewan ternak sapi di Pasar Kamisan, Kecamatan Ajung. Bupati Jember Hendy Siswanto menolak wacana penutupan pasar hewan.
PASAR HEWAN: Warga membeli hewan ternak sapi di Pasar Kamisan, Kecamatan Ajung. Bupati Jember Hendy Siswanto menolak wacana penutupan pasar hewan.

KALIWATES, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan, sejauh ini penutupan pasar hewan di Jember belum diperlukan. Oleh sebab itu, wacana penutupan pasar hewan demi mengurangi penyebaran penyakit mulut dan mulut (PMK) tidak perlu digulirkan.

Dia juga mengaku tidak sepakat dengan wacana penutupan sementara pasar hewan. “Ekonomi sedang seperti ini, kok mau ditutup,” katanya.

Bupati Hendy juga menyebut, penyebaran kasus PMK di Jember harus dilihat secara keseluruhan. Termasuk jumlah kasus yang terjadi dan aspek terkait lainnya. Dalam penanganan, menurutnya, harus didahulukan upaya pencegahan. Seperti vaksinasi hewan ternak hingga penyemprotan disinfektan. “Jember memiliki sapi sekitar 275 ribu ekor. Sementara, yang sakit sekitar 2.000-an,” imbuhnya.

Selain dapat berdampak pada ekonomi masyarakat, Hendy juga menilai tindakan itu dapat memunculkan persepsi negatif. Salah satunya anggapan bahwa ternak sapi di Jember mengalami masalah besar. Hal tersebut dapat menimbulkan risiko yang lebih besar. “Sekarang tidak semasif PMK yang dulu. Jadi, cukup pencegahan,” tuturnya.

Munculnya anggapan bahwa sapi Jember bermasalah akibat penutupan pasar hewan sementara, juga dianggap dapat berdampak panjang. Salah satunya ketika PMK usai, maka persepsi tersebut masih akan terus melekat. Sehingga menimbulkan ketakutan untuk membeli sapi di Jember. “Psikologis itu akan berdampak pada harga. Ketika harganya murah, maka ekonominya akan jeblok lagi,” terangnya.

Dia juga memastikan stok vaksin untuk sapi di Jember cukup. Bahkan secara rutin dilakukan vaksinasi setiap hari di berbagai tempat berbeda. Hal itu juga didukung dengan kesadaran warga untuk memberikan vaksin terhadap ternak sapinya. Berbeda dengan PMK sebelumnya, sempat terjadi penolakan dari peternak. “Peternak sudah sadar, agar sapinya selamat. Mereka melakukan vaksinasi,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #pasar hewan #Hendy Siswanto