KEPATIHAN, Radar Jember – Menjadikan Jember Kabupaten Layak Anak (KLA) terus diupayakan oleh Pemkab Jember. Dalam pelaksanaannya, Pjs Bupati Jember Imam Hidayat mendapatkan anugerah penghargaan dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi sebagai pelopor dan pelaksana pembentukan Kabupaten Layak Anak di Jember.
Penerimaan piagam penghargaan itu diwakili oleh Sekda Hadi Sasmito di Aula PB Sudirman Kantor Pemkab Jember, kemarin (16/10). Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan nama Kak Seto menyerahkan langsung piagam tersebut. Hadi Sasmito menyampaikan, Pemkab Jember telah memiliki Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kabupaten Layak Anak (KLA). Selain itu, dalam implementasinya, pemkab telah berjaringan dengan berbagai stakeholder, termasuk unsur masyarakat. “Pemkab selalu hadir bersama stakeholder yang ada,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan perda tersebut, dia juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat turut melaksanakannya. Sehingga perda yang sudah dirancang tak sekadar menjadi dokumen semata.
Hadi juga menyinggung mengenai pencegahan kekerasan pada anak di lingkungan pendidikan. Seperti yang sudah ada di dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Dia meminta lembaga sekolah di Jember untuk mengimplementasikannya. “Tinggal program yang dibuat (sekolah, Red) apakah efektif,” ucapnya.
Dijelaskan, Pemkab Jember telah menyiapkan program pendampingan untuk korban kekerasan melalui dinas terkait dan psikolog. Termasuk pendampingan hukum gratis yang bekerja sama dengan lembaga-lembaga bantuan hukum di Jember. “Kami sesuaikan dengan program dan kemampuan perda serta komitmen kita bisa mengatasi problem-problem sosial,” papar Hadi.
Sementara itu, Kak Seto menyampaikan dasar pemberian penghargaan tersebut kepada Pemkab Jember. Menurutnya, Jember telah melakukan upaya menciptakan lingkungan KLA. Dengan melaksanakan gerakan-gerakan dalam mencegah dan mengatasi permasalahan kekerasan anak seperti bullying maupun kekerasan seksual. “Kami beri apresiasi dan intinya adalah untuk lebih memotivasi agar ini terus dipertahankan dan jangan sampai mundur, bahkan ditingkatkan kualitasnya,” pesannya. (sil/c2/dwi)
Editor : Radar Digital