Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perluas Pasar Kopi Jember, Harus Lakukan Hilirisasi

Radar Digital • Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:15 WIB

ASLI JEMBER: Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau produktivitas kopi asli Jember yang baru, varietas kopi milo robusta, di Kecamatan Silo.
ASLI JEMBER: Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau produktivitas kopi asli Jember yang baru, varietas kopi milo robusta, di Kecamatan Silo.

KEPATIHAN, Radar Jember - Kopi asli Jember cukup diminati oleh penikmat kopi di berbagai daerah. Aroma dan rasanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri. Seperti kopi robusta yang diambil dari lereng Gunung Argopuro dan Raung.

Potensi itu tentu menjadi nilai lebih dan bisa meningkatkan kesejahteraan dengan melakukan hilirisasi.

Potensi besar itu harus diimbangi dengan perhatian yang lebih dari masyarakat dan pemkab. Terutama dalam sistem pemeliharaan hingga pengolahan kopi yang sudah dipanen.

Sebab, hal itu akan mempermudah potensi kopi khas Jember lebih dikenal dan diakui masyarakat luas. Khususnya terkait kualitasnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan, selain menjaga kualitas kopi paling utama, warga Jember juga harus suka dengan kopi asli Jember.

Ketika warga Jember sudah suka dengan kopi dari tanahnya sendiri, maka petani kopi juga turut terkena imbasnya.

“Sebagian besar warga Jember penikmat kopi, hal itu juga potensi besar. Ketika warga Jember suka dengan kopi asli Jember, otomatis petani kopi akan turut terkena imbas baik,” ujarnya saat hadir dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Lippo, Minggu (25/8).

Setelah itu, agar kopi Jember lebih menggelegar lagi, maka hilirisasi harus diterapkan. Artinya, kopi Jember tidak hanya dijual gelondongan ataupun mentahan. Tapi, sudah dijual dalam bentuk siap seduh. Sebab, hal itu akan memiliki nilai tambah, sehingga petani kopi Jember lebih sejahtera lagi.

Saat ini beberapa petani kopi di Jember sudah mulai menerapkan model penjualan kopi yang sudah diolah.

Salah satunya petani kopi Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Namun, tak sedikit juga petani yang masih mengandalkan penghasilan dari penjualan kopi gelondongan.

Tak heran jika masih ada petani kopi yang kesejahteraan ekonominya kurang.

Dengan demikian, edukasi terkait pengelolaan biji kopi hingga siap diolah masif dilakukan oleh Pemkab Jember.

Tak sedikit pula pihak swasta yang membantu petani kopi Jember lebih kreatif. “Petani kopi juga kami berikan edukasi terkait pemasaran agar memiliki strategi pasar yang tepat,” pungkasnya. (qal/c2/dwi)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Kopi jember #Bupati Jember