KEPATIHAN, Radar Jember - Upaya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam menekan angka kemiskinan di Jember cukup bagus. Meski begitu, pada tahun 2023 Jember masih bertengger di peringkat ke-18 kabupaten/kota se-Jatim. Dengan persentase kemiskinan 9,51 persen atau 236.460 orang dari jumlah penduduk 2.584.233 orang.
Sejak pertama kali dilantik, Bupati Hendy dan Wabub MB Firjaun Barlaman memang memiliki semangat menurunkan angka kemiskinan di Jember. Sebab, pada saat itu isu kemiskinan di Jember cukup tinggi.
Menurutnya orang nomor satu di Jember itu, kemiskinan di Kota Tembakau masih butuh banyak penanganan agar benar-benar hilang. "Masalah kemiskinan di Jember itu kompleks, tak cukup dengan waktu sebentar terus selesai," jelasnya.
Jumlah kemiskinan ekstrem yang dimaksud yakni warga lansia sebatang kara. Artinya, warga yang bukan di usia produktif dan tidak punya siapa pun yang diandalkan. Sehingga cukup sulit untuk diberdayakan agar mampu bangkit dari keterpurukan.
Selain itu, ada juga anak yatim piatu yang tidak memiliki pengasuh atau diasuh oleh tetangganya. Kemudian, di luar itu ada difabel dan kaum duafa. Dengan demikian, golongan orang seperti itu perlu sentuhan pemerintah secara mendalam. Tak cukup hanya satu atau dua kali saja.
Lebih lanjut, Bupati Hendy mengungkapkan, dirinya merasa tugasnya sebagai bupati untuk mengatasi kemiskinan di Jember belum selesai. Karena itu, ke depan isu kemiskinan di Jember akan terus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. "Kemiskinan tidak akan pernah selesai, pasti ada. Tapi, harus seminimal mungkin, termasuk angka pengangguran," pungkasnya. (qal/c2/dwi)
Editor : Radar Digital