JAMBEARUM, Radar Jember - Upaya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam mewujudkan Jember sebagai daerah berkedaulatan pangan semakin terlihat. Selain telah menetapkan ribuan hektare lahan sawah dilindungi dan pembangunan pabrik pupuk organik, kini Jember telah memiliki sentra penggilingan padi modern yang dinamai modern rice milling plant (MRMP) milik Perum Bulog di Desa Jambearum, Kecamatan Puger.
Dalam kesempatannya mengunjungi megasentra penggilingan padi itu, Bupati Hendy mengamati setiap tahap proses penggilingan hingga pengemasan. Dengan mesin yang super canggih, puluhan ton padi dengan sekejap bisa menjadi butiran beras yang siap dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Bagaikan pesulap yang menjentikkan jarinya mengubah satu benda menjadi benda lain.
Sembari mengamati, bupati menjelaskan, sentra penggilingan padi itu menggunakan mesin yang sangat canggih. Mesin tersebut yang nantinya akan memproses gabah dari petani lokal Jember. “Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, mesin penggiling padi itu ditempatkan di Jember,” ungkapnya.
MRMP terdiri atas mesin pengering (dryer), unit penggilingan padi (RMU) sebagai mesin konversi gabah menjadi beras dilengkapi teknologi penyortir warna (color sorter). Sehingga diharapkan dapat membantu petani karena bisa menurunkan angka kesusutan pascapanen, meningkatkan kuantitas dan kualitas serapan gabah hasil panen petani lokal Jember maupun nasional.
Keberadaan MRMP adalah untuk mendukung program prioritas nasional yang merujuk pada peningkatan kedaulatan pangan nasional. Tentunya dengan mengembangkan infrastruktur pascapanen di daerah sentra produksi pangan. Salah satunya di Jember.
Untuk itu, dengan adanya MRMP di Jember, Bupati Hendy menyebutkan akan sangat melengkapi kekuatan Jember untuk mewujudkan daulat pangan. Terlebih saat ini Pemkab Jember juga sudah membangun pabrik pupuk organik yang sebentar lagi akan mulai beroperasi. “Lengkap sudah, ada penggilingan padi yang canggih juga. Itu semua menuju kedaulatan pangan kita,” ujarnya.
Untuk diketahui, kekuatan mesin penggilingan padi tersebut 100 ton per hari. Dengan beras yang dihasilkan berkualitas medium plus. (qal/c2/nur)
Editor : Radar Digital