KEPATIHAN, Radar Jember - Masalah stunting rupanya tidak hanya bisa dialami oleh anak orang yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Anak orang kaya pun juga bisa terindikasi sebagai anak stunting. Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka audit kasus stunting di Hotel Royal, Kamis (21/9).
Menurutnya, masalah stunting bukan melulu masalah gizi anaknya. Namun, bisa jadi karena sang ibu yang mengandung tidak terpenuhi gizinya lantaran tidak mau makan. Sehingga, bayi yang dilahirkan berbadan kecil dan menjadi bayi stunting. “Orang kaya anaknya juga bisa stunting, tapi biasanya disebabkan sama ibunya saat mengandung,” terangnya.
Bisa diketahui, anak yang kondisinya stunting bisa dimulai dari masa sebelum terjadi janin. Sebab, kesehatan pasangan suami istri juga sangat berpengaruh terhadap bayi yang ada di kandungan. Oleh karena itu, masalah stunting tidak hanya ketika bayi sudah lahir.
Selama calon bayi masih dalam masa kandungan dan asupan gizi sang ibu kurang, akan berakibat pertumbuhan janin kurang sempurna. Salah satunya terlahir dengan kondisi stunting. “Hal itu bisa buat bayi stunting, sekalipun itu keluarga kaya,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam percepatan penurunan angka stunting di Jember, Bupati Hendy meminta kepada ketua RT/RW, lurah/kepala desa, camat, dan tokoh masyarakat untuk turun langsung melihat kondisi warga sekitar. Jika ditemukan bayi stunting bisa dilaporkan kepada kader posyandu atau puskesmas agar mendapat pendamping. “Kita upayakan langkah penurunan stunting. Salah satunya dengan cara seperti itu,” pungkasnya. (qal/c2/nur)
Editor : Safitri