SUKORAMBI, Radar Jember – Di luar perkiraan, ternyata tanah Sumber Telas yang merupakan sumber air terbesar yang dimiliki Perumdam Tirta Pandalungan Jember belum memiliki sertifikat. Padahal, posisi tanah Sumber Telas cukup penting karena menjadi lokasi yang memiliki sumber air terbesar. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember Akhyar Tarfi di sela-sela Rakor Sinergi dan Kolaborasi Rapat Mingguan Setiap Hari Rabo (Si Rambo) di area Sumber Telas, Kecamatan Sukorambi, Rabu (20/9).
Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto tampak kaget dengan pernyataan tersebut. Sebab, sebelumnya tidak ada yang menyangka Tanah Sumber Telas belum tersertifikasi. “Mari jangan begitu, ini tanah penting buat kita masak sampai tidak bersertifikat,” tegurnya kepada Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Pandalungan.
Pada momen tersebut bupati sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab, tanpa dilengkapi dengan sertifikat, tanah bermanfaat itu bisa saja diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga pihaknya mengimbau untuk segera mengurus sertifikat secepatnya.
Dengan demikian, jika sudah bersertifikat, tanah Sumber Telas bakal terjamin keamanannya. Sebab, kepemilikannya sudah tercatat pada BPN. “Jangan ditunda-tunda, segera diurus itu sertifikatnya,” tegasnya.
Menanggapi teguran Bupati Hendy, Direktur Umum (Dirum) Perumdam Tirta Pandalungan Yudho Rahadityo Utomo menjelaskan sejarah Sumber Telas. Sebelumnya, pada masa penjajahan Belanda, area Sumber Telas dikuasai dan dikelola oleh Perusahaan Belanda. Namun, seiring perjalanan waktu, saat Indonesia merdeka Sumber Telas diambil alih oleh Pemkab Jember. “Lalu, sampai saat ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air warga Jember,” jelasnya.
Sementara, terkait dengan status tanah Sumber Telas, saat dikuasai oleh Belanda statusnya adalah hak barat. Namun, juga belum bisa dipastikan apakah hak itu sudah dikonversi sesuai hukum agraria saat ini. Tapi, secara fisik tidak ada pihak lain yang menguasai Sumber Telas selain Perumdam Tirta Pandalungan.
Diketahui, Sumber Telas dibangun sejak sebelum Indonesia merdeka, yakni tahun 1932. Sumber Telas merupakan sumber air terbesar di antara 19 unit produksi Perumdam Tirta Pandalungan. Hingga saat ini, Sumber Telas mempunyai kapasitas produksi air 30 hingga 40 liter/detik. Dengan kapasitas tersebut, Perumdam Tirta Pandalungan mampu melayani empat ribu hingga lima ribu pelanggan di Jember. (qal/c2/nur)
Editor : Radar Digital