Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Hendy Pakai Baju Adat Mandailing, Wabup MB Firjaun Pakai Baju Adat Minang pada Karnaval Budaya

Radar Digital • Selasa, 19 September 2023 | 00:20 WIB

 

 

IKUT ANDIL: Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wabup MB Firjaun Firjaun dalam Karnaval Budaya dengan mengenakan pakaian adat.
IKUT ANDIL: Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wabup MB Firjaun Firjaun dalam Karnaval Budaya dengan mengenakan pakaian adat.

KALIWATES, Radar Jember - Berbagai kostum unik bertemakan busana nasional, adat, dan cerita sejarah nasional hingga lokal ditampilkan oleh peserta Karnaval Budaya, Sabtu (16/9). Sebanyak 4.000 peserta tampil dengan busana dan peragaan yang mampu membuat sepasang mata terpukau. Bahkan teriakan sorak sorai penonton tak ada hentinya saat kontingen dari Kecamatan Puger menampilkan Tari Perang Sadeng. Tarian yang mengangkat semangat keberanian warga Sadeng dalam mempertahankan harga diri.

Selain itu, yang tidak kalah memukau dari Tari Sadeng yakni cerita rakyat Malin Kundang. Di samping itu, terdapat kontingen yang menyuguhkan budaya Melayu, tari piring Minangkabau, hingga kesenian reog Ponorogo. Serta berbagai budaya lokal yang memiliki esensi melestarikan dan mengenalkan ragam kebudayaan Nusantara.

Sama seperti kontingen lainnya, Bupati Jember Hendy Siswanto juga ikut mengenakan baju adat Mandailing dari Sumatera Utara. Tak hanya bupati, Wakil Bupati (Wabup) MB Firjaun Barlaman juga turut menemani bupati dengan mengenakan baju adat Minang saat melepas para peserta. Keduanya terlihat kompak melambaikan tangan menyapa warga yang menyaksikan karnaval budaya.

Bupati Hendy menjelaskan, yang terpenting dalam karnaval budaya ini yakni penguatan bangsa. Sebab, negara ini muncul dari sebuah perbedaan. Berbagai macam suku dan budaya yang dikemas dalam Bhinneka Tunggal Ika. “Ini tidak boleh dihilangkan, sampai kapan pun harus tetap dilestarikan,” terangnya saat memberikan sambutan kepada peserta Karnaval Budaya.

Melalui karnaval tersebut, Pemkab Jember mencoba mengenalkan keragaman suku budaya di Indonesia kepada warga Jember. Terlebih pihaknya juga mengenalkan sejarah Kerajaan Sadeng yang merupakan kerajaan besar yang berdiri di Bumi Pandalungan. “Kerajaan Sadeng ini masih sedikit diketahui. Saat ini kita coba kenalkan kepada warga Jember,” pungkasnya. (qal/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Jember #karnaval budaya