KEPATIHAN, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto terus menekankan keberadaan Bandara Notohadinegoro bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, keberadaan bandara bisa menjadi proyek strategis nasional. Untuk itu, Bupati Hendy mengikuti audiensi yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).
Pada kesempatan itu, Bupati Hendy menjelaskan kondisi Bandara Notohadinegoro yang dimiliki Jember sampai saat ini masih belum bisa maksimal. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menghambat berkembangnya Bandara Notohadinegoro. “Kaitannya hanya satu, audiensi ini membantu Jember agar lebih baik lagi. Khususnya menghidupkan kembali bandara kita," ungkap bupati.
Bupati Hendy mengungkapkan, kepemilikan lahan yang ditempati bandara masih ada pada PTPN XII. Sehingga, sepenuhnya bandara tersebut bukan milik Pemkab Jember. Dengan demikian, melalui audiensi tersebut diharapkan lahan tersebut bisa dihibahkan untuk Pemkab Jember. “Atau mungkin ada skema lain yang masih dalam pembahasan bersama,” imbuhnya.
Tak hanya itu, bupati juga menjelaskan tentang berbagai potensi yang dimiliki Jember. Di antara potensi yang dimiliki, salah satunya yakni lahan yang dapat menghasilkan produk bertaraf internasional. Mulai dari edamame hingga tembakau yang saat ini sudah bisa ekspor ke berbagai negara.
Wisata juga menjadi hal yang menarik jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain. Mulai dari wisata pegunungan, wisata laut, wisata buatan, hingga desa wisata, semua ada di Jember. Bahkan hal itu bisa cukup sukses mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Tercatat, ada sebanyak 112 objek wisata, 5 wisata event internasional, 55 hotel, dan 22 restoran.
Melalui berbagai potensi yang dimiliki Jember, diharapkan bandara bisa menjadi salah satu celah yang menguntungkan. Tak hanya membahas soal profit, melainkan banyak hal seperti untuk ketahanan nasional hingga sosial ekonomi. Sebab, dengan bandara, akses untuk keluar masuk wilayah Jember semakin mudah dan cepat. (qal/c2)
Editor : Radar Digital