Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kendalikan Sampah demi Jember Maju, Bupati Ajak Semua Pihak Sinergi dan Kolaborasi

Safitri • Minggu, 3 September 2023 | 00:01 WIB
KOMITMEN: Bupati Jember berkomitmen dalam menjaga lingkungan hidup di Jember saat peringatan HPSN 2023 di Alun-Alun Jenggawah, beberapa waktu lalu.
KOMITMEN: Bupati Jember berkomitmen dalam menjaga lingkungan hidup di Jember saat peringatan HPSN 2023 di Alun-Alun Jenggawah, beberapa waktu lalu.

KEPATIHAN, Radar Jember - Sampai saat ini masih ada banyak desa di Jember yang belum terjangkau oleh pelayanan kebersihan. Karena itu, banyak desa yang kebingungan dalam mengelola sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Hal itu telah diakui oleh Bupati Jember Hendy Siswanto.

Dengan demikian, Bupati Hendy menilai perlu adanya sinergi dan kolaborasi untuk mengatasi hal tersebut. Mulai dari pemkab, pihak kecamatan, desa, bahkan masyarakat sendiri. Sebab, meski pemerintah sudah memberi layanan kebersihan yang lengkap, tapi masyarakat belum sadar akan hal itu, menurut bupati sama saja. “Tanpa kesadaran masyarakat tidak bisa. Sembari melengkapi layanan kebersihan, juga harus memberi edukasi kepada masyarakat,” terangnya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, masih banyak ditemukan adanya tumpukan sampah. Terutama sampah plastik di daerah perdesaan yang belum terjangkau pelayanan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember. Namun, tumpukan sampah itu tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Dalam mengatasi hal itu, kata bupati, ada beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, melakukan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat melalui gerakan. Yaitu mengurangi, memilah, dan mendaur ulang sampah. “Melaksanakan GPBLHS atau Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, sehingga terbentuk agen perubahan dari peserta didik yang diharapkan mampu melakukan perubahan di keluarganya,” kata Hendy.

Selanjutnya adalah optimalisasi pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Daerah tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Selain itu, menurut Hendy, diperlukan keterlibatan masyarakat dan berbagai instansi lain untuk saling berkolaborasi dan terintegrasi. Dengan demikian, penanganan kebersihan lingkungan menjadi lebih terfokus.

Tak hanya itu, pengelolaan sampah plastik dengan melakukan pengurangan dari sumbernya seperti pembatasan kantong plastik di minimarket dan supermarket melalui penerbitan peraturan bupati. Terakhir, optimalisasi peran desa dengan pembangunan TPS (tempat pembuangan sampah) dan bank sampah untuk mengelola sampahnya sendiri. (qal/c2/nur)

Editor : Safitri
#Jember #Sampah