PATRANG, Radar Jember - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya terlihat semrawut di sepanjang trotoar RSD dr Soebandi Jember saat ini sudah terlihat sepi. Bukan karena diusir, namun mereka dipindahkan ke tempat yang sudah disediakan oleh RSD dr Soebandi agar lebih tertata dan tidak mengganggu pengguna jalan. Puluhan PKL itu direlokasi ke Mal Pelepas Dahaga dan Lapar (PDL).
Bupati Jember Hendy Siswanto dalam hal itu menyebutkan, relokasi PKL yang dilakukan oleh RSD dr Soebandi tidak serta-merta berjalan mulus layaknya membalikkan telapak tangan. Namun, butuh waktu untuk merayu dan mengajak pelaku PKL agar mau pindah tempat. “Memindahkan mereka tidak mudah, karena dinilai mereka sudah nyaman jualan di trotoar,” terang bupati seusai me-launching Mall PDL, Jumat (11/8).
Tercatat terdapat 54 PKL yang saat ini tengah berjualan di Mall PDL RSD dr Soebandi. Dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya mau berpindah secara langsung. Awalnya hanya ada 33 PKL yang mau langsung dipindahkan. Sisanya masih membutuhkan rayuan melalui paguyuban PKL di lokasi tersebut.
Relokasi PKL itu dilakukan untuk memberikan tempat yang nyaman kepada PKL. Bukan di pinggir yang malah mengganggu pengguna jalan maupun pejalan kaki. Sehingga, para PKL itu ditata rapi di Mall PDL yang telah disiapkan. Tentunya, dengan lokasi yang saat ini rapi dinilai akan lebih menarik pelanggan daripada berjualan di trotoar.
Bupati Hendy berpesan ke depan agar para PKL bisa menjaga kebersihan lokasi baru. Selain itu, sebisa mungkin memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan yang datang. “Makanannya enak dan murah, sehingga tidak mengecewakan pembeli dan pembeli dapat berlangganan,” ucap Bupati Hendy.
Dengan adanya Mall PDL, bupati berharap suasana depan rumah sakit bisa sepi, tenang, dan rapi. Sehingga pasien yang datang untuk berobat bisa menikmati ketenangan tanpa ada keramaian di depan RSD dr Soebandi. (qal/c2/nur)
Editor : Safitri