KALIWATES, Radar Jember - Saat ini, anggrek menjadi tanaman yang banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Tak hanya untuk dinikmati keindahannya saja, rupanya bunga cantik yang memiliki berbagai jenis itu juga mampu mendatangkan cuan bagi pelaku budi daya. Tak tanggung-tanggung, dari anggrek, banyak pembudidaya yang sukses meraup untung hingga puluhan juta.
Untuk itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berencana untuk membuat kampung anggrek di Jember. Bukan tanpa alasan, letak geografis, iklim, dan cuaca di Jember menurut bupati sangat berpotensi untuk dilakukan budi daya anggrek. “Jember punya letak geografis luar biasa, tidak kalah dengan Bogor dan Malang. Kalau mau mengembangkan anggrek, kita punya potensi lahan,” terangnya.
Lokasi-lokasi di Jember sangat memenuhi kriteria pengembangan bunga anggrek. Hal itu telah dibuktikan dengan beberapa produk anggrek Jember yang tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan mampu mengalahkan berbagai bunga anggrek pada FAJ 2023.
Bupati Hendy menyebutkan, saat ini sudah ada program berkelanjutan seperti kampung anggrek. Kampung anggrek itu akan dimulai dari beberapa kampung terlebih dahulu. “Kita akan mulai dari beberapa kampung dulu sebagai pemantik awal untuk budi daya anggrek,” jelas Bupati Hendy.
Ada beberapa lokasi yang berpotensi. Di antaranya Desa Biting, Kecamatan Arjasa, yang memiliki ketinggian sekitar 325 meter dari permukaan laut. Selain itu, ada Rembangan yang terdapat lahan pemkab seluas 21 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk budi daya anggrek. Namun, jika dikembangkan, masih ada daerah-daerah yang tidak kalah berpotensi dari kedua daerah tersebut.
Menurutnya, budi daya anggrek menjadi potensi untuk ekonomi dan membuka peluang kerja sebagai entrepreneur. Maka dari itu, Pemkab Jember akan mendukung penuh pembentukan kampung anggrek yang rencananya akan diawali di Desa Biting, Kecamatan Arjasa. “Kita akan support. Hal itu akan menjadi potensi baru Jember selain tembakau,” pungkasnya. (qal/c2/nur)
Editor : Radar Digital