Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terus Fasilitasi Barista Lokal, Berharap Muncul Peracik Kopi Terbaik dari Jember

Safitri • Selasa, 11 Juli 2023 | 02:05 WIB

 

 

 

LIHAT BARISTA RACIK KOPI: Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau salah satu barista yang menggunakan teknik masak pasir untuk meracik kopi pada acara peringatan Hari Krida Pertanian Ke-51 di Alun-Alun
LIHAT BARISTA RACIK KOPI: Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau salah satu barista yang menggunakan teknik masak pasir untuk meracik kopi pada acara peringatan Hari Krida Pertanian Ke-51 di Alun-Alun

KEPATIHAN, Radar Jember - Pemkab Jember sudah mendeklarasikan diri sebagai daerah penghasil kopi robusta terbaik se-Indonesia. Tentunya hal itu juga harus didukung dengan barista yang mampu meracik kopi hingga menghasilkan cita rasa kopi yang khas. Selain meningkatkan kompetisi petani kopi, Pemkab Jember juga bakal mendukung keberadaan barista di Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyebutkan, Pemkab Jember akan memberi dukungan melalui pihak-pihak terkait, macam Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jember untuk memfasilitasi barista. Dukungan itu diberikan bukan hanya untuk warga yang sudah berprofesi barista. Namun, juga untuk warga yang ingin terjun ke dunia perkopian. “Baik itu petaninya sendiri maupun yang bukan petani kopi,” terangnya.

Dia mengatakan, apabila itu dilakukan bersama-sama di 248 desa atau kelurahan, maka akan melahirkan barista-barista baru. Dengan merek yang mereka produksi sendiri, dan bisa menjual kopinya lebih keren lagi. Terlebih, ilmu barista sudah dikuasai petaninya sendiri. Itu dapat meningkatkan penghasilan lebih daripada dijual gelondongan.

Bupati Hendy menambahkan, Jember memiliki potensi penghasil kopi hingga bisa mencapai 20 ribu ton per tahun. Mengingat luasnya hamparan perkebunan kopi di Jember. baik kopi rakyat maupun perkebunan kopi milik BUMN, dan Kopi Perum Perhutani. Hamparannya bisa mencapai ratusan ribu hektare. “Kondisi geografis yang dimiliki Jember juga sangat cocok untuk tanaman kopi,” jelasnya. 

Terhampar setidaknya ada 50 desa se-Jember. Sebagian besar berderet dari arah Kecamatan Sumberbaru hingga Kecamatan Silo. Dengan begitu, jelas jika dikembangkan akan menimbulkan potensi yang lebih besar lagi. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mem-branding bahwa Jember memiliki kopi robusta terbaik se-Indonesia.

Jika branding itu berhasil, menurut bupati, komoditas yang ada di Jember juga akan ikut terangkat. Sehingga, dampaknya akan sangat luas. Selain pada komoditas kopi, juga bakal membantu meningkatkan komoditas yang ada di Jember. “Potensi yang ada diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jember,” pungkasnya. (qal/c2/bud)

 

Editor : Safitri
#Jember #barista #Kopi