BACA JUGA : Jamaah Haji Asal Jember Tiba di Tanah Suci, Langsung Miqat dan Umrah Wajib
Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan bahwa Pemkab Jember tengah merancang beberapa solusi. Setidaknya untuk pengendalian inflasi dan persoalan El Nino yang akan berdampak besar pada sektor pertanian. Tak hanya itu, Bupati Hendy beserta forkopimda dan jajaran OPD Pemkab Jember juga membahas persoalan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. "Bagaimana kami mengendalikan harga sapi, biasanya kan naik," terangnya.
Sesuai dengan pantauan, lanjut bupati, harga sapi menjelang Hari Raya Idul Adha terpantau masih stabil. Maksudnya, harga stabil itu merupakan harga untuk bobot normal. Yakni kisaran 200 sampai 300 kilogram. Untuk yang kisaran berat 1 ton sudah jelas harganya naik. Bahkan di luar ekspektasi.
Selain itu, untuk komoditas cabai, Pemkab Jember terus menjaga kestabilan harganya di pasar. Menurut Bupati Hendy, harga cabai rawit mulai sedikit ada goyangan atau kenaikan, meskipun tidak signifikan. Namun, untuk cabai merah harganya masih turun. “Orang-orang mulai banyak yang suka pedes ini,” candanya.
Mengetahui hal itu, Bupati Hendy mengimbau kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember agar segera turun ke lapangan. Tentunya untuk melakukan penanganan terkait harga komoditas yang dinilai kurang stabil. Khususnya cabai rawit.
Sebelumnya, Pemkab Jember sudah menanam sebanyak 160 ribu bibit lombok. Tepatnya, sebelum Lebaran lalu. Sehingga, harapannya ke depan panen bisa bagus dan mampu menjaga ketersediaan komoditas cabai rawit. Dengan ketersediaan yang melimpah, diharapkan harga cabai rawit tetap stabil. (qal/c2/nur) Editor : Safitri