BACA JUGA : Kuningnya Rumput Stadion Magenda, Hanya Ada Dua Petugas yang Merawat
Pada rapat itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, inflasi menjadi faktor makro dalam indikator perekonomian. Sehingga, perlu pengendalian yang serius untuk menjaga kestabilan dan menekan angka inflasi. “Supaya harga bahan pokok penting (bapokting) terjaga terus,” terangnya.
Dalam pengendaliannya, Pemkab Jember fokus pada pengendalian komoditas yang utama setiap minggu. Selain menggelar Si Rambo, Pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember juga gencar dalam mengadakan pasar murah. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga agar konsisten di angka yang stabil.
Komoditas yang mempunyai peran besar terhadap inflasi bulan Mei kemarin adalah bawang putih, daging ayam ras, dan angkutan antarkota. Sedangkan komoditas yang menyumbang terjadinya deflasi bulan Mei kemarin di antaranya cabai rawit, cabai merah, dan tarif kereta api. “Bahkan ikan tongkol dan cumi-cumi juga menyokong terjadinya deflasi.” imbuhnya.
Bupati Hendy berharap dengan adanya rutinitas rakor inflasi itu dapat menekan angka persentase inflasi. Agar dapat menjaga daya beli masyarakat. Bupati juga menginginkan semua pihak bergotong royong untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Jember.
Dengan kolaborasi dan sinergi, maka akan mudah menekan angka inflasi sekaligus akan mudah dalam membangun perekonomian masyarakat. Karena itu, jangan beranggapan hanya pemerintah yang harus bergerak, namun masyarakat juga memiliki kewajiban dalam membangun kehidupan orang lain, khususnya dalam hal finansial. (qal/c2/bud)
Editor : Safitri