Desa yang bersebelahan langsung dengan pantai itu merupakan daerah yang memiliki intensitas hujan rendah dan memiliki sedikit sumber air. Dalam hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau langsung irigasi tanah di Desa Sumberejo, kemarin (24/5). Didampingi Ketua Kelompok Tani Sumberejo Basri, Bupati Hendy berkeliling melihat ruangan khusus tempat mengontrol pergerakan pompa air sumur yang disalurkan ke lahan pertanian. “Adanya saluran irigasi tanah itu tentunya akan memudahkan petani dalam bercocok tanam,” terangnya.
Proyek yang digarap oleh DTPHP Jember itu mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Sumberejo Riono Hadi. Sebelumnya, di wilayah tersebut petani cukup kesulitan dalam pengairan sawah. Hal itu menyebabkan jangka waktu panen yang cukup lama, bahkan membuat hasil panen tidak maksimal.
Irigasi tersebut dibangun sebuah power play yang di sampingnya terdapat bak penampung air dan diambil dari air sumur. Proyek itu, lanjut Bupati Hendy, sebagai percontohan bagi kabupaten lain untuk menghadapi kemarau panjang atau El Nino. “Proyek itu akan jadi percontohan, bahwa Jember sudah siap menghadapi El Nino yang dikabarkan akan melanda Indonesia,” imbuhnya.
Lewat irigasi tanah, artinya air yang diambil dalam sumur akan ditampung di bak yang sudah disiapkan. Nantinya air tersebut akan dialirkan ke lahan-lahan milik petani yang telah diberi keran khusus. Diharapkan, adanya irigasi tanah itu menjadi semangat untuk menghadapi El Nino dan menjadi bagian dari ikhtiar untuk pemberdayaan petani agar mereka lebih sejahtera. (qal/c2/dwi)
Editor : Alvioniza