BACA JUGA : Kritik Paradigma Mahasiswa Menyambut Bonus Demografi
Dalam sambutannya, Bupati Hendy mengatakan bahwa GP Ansor telah berkontribusi sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini. Sehingga, sudah tidak asing lagi bagi mereka jika membicarakan bela negara. “Sejatinya mereka (GP Ansor, Red) adalah pembela negara. Dalam kegiatan ini kami hanya mengasah untuk menajamkan lagi,” terang Bupati Hendy.
Melalui kegiatan itu, para kader KBN harus mampu menjadi anak bangsa yang cinta dan rela berjuang untuk Indonesia. Salah satunya dengan mempraktikkan wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, ilmu kenegaraan yang telah didapat di pelatihan KBN ini diharapkan juga disalurkan kepada orang di sekitarnya. Cinta terhadap tanah air, rela berkorban, dan yakin akan ideologi Pancasila demi keberlangsungan kehidupan bernegara. “Kami tekankan cinta pada bangsa ini, hal itu wajib dilakukan untuk segenap warga Indonesia,” imbuhnya.
Era globalisasi dan reformasi, lanjut Bupati Hendy, telah membawa perubahan terhadap sendi kehidupan bermasyarakat yang mengakibatkan lunturnya semangat bela negara dalam diri generasi muda. Tantangan bangsa selalu diwarnai perkembangan informasi yang masuk sangat mudah dan tanpa penyaringan sebagai hasil perkembangan teknologi informasi. Untuk mencermati hal itu, Pemkab Jember mengambil langkah konkret dalam menumbuhkan kembali pemahaman tentang kondisi saat ini, khususnya kepada kaum milenial. (qal/c2/dwi) Editor : Safitri