Menurut Bupati Hendy, berkaca pada tahun 2022 lalu, inflasi Jember tahun 2023 harus bisa dikendalikan. Dalam pengendalian inflasi harus melibatkan berbagai sektor, tidak hanya fokus pada sektor tertentu. “Semua harus terlibat,” terangnya.
Rapat pengendalian inflasi harus dilaksanakan secara serius. Setiap komponen harus bisa kritis dalam menangani inflasi. Selain kritis, harus bisa memberikan solusi. Solusi dalam menghadapi permasalahan yang berbeda setiap minggu atau bulannya.
Untuk itu, setiap hari Rabu, Bupati Hendy mengagendakan kumpul bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember. “Satu jam saja setiap pagi hari, sambil ngopi. Kumpul bersama TPID membahas inflasi,” katanya.
Pengendalian setiap bulan juga akan dilakukan oleh Bupati Hendy. Dalam setiap bulannya akan dilakukan rapat besar dengan berbagai pihak yang terlibat. “Ini akan dilakukan selama satu tahun,” ucapnya.
Meski sampai saat ini masih terlihat aman, tetapi perlu untuk terus dipantau. Setiap tindakan atau program kerja yang dilakukan harus hati-hati dalam menjalankannya. “Karena sangat berisiko. Kalau tidak hati-hati, maka memperbaikinya sulit,” jelasnya.
Bupati Hendy optimistis bisa mengendalikan inflasi hingga akhir tahun. Hal itu akan terwujud jika seluruh elemen terlibat dalam membantu mengendalikan inflasi. Seperti pengendalian harga beras yang tinggi. Bulog dalam hal itu, katanya, berperan dengan menjual beras dalam operasi pasar. Tidak hanya menjual kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada pedagang grosir. “Hal ini dilakukan untuk menekan harga beras yang menjadi kebutuhan utama warga. Meski inflasi sampai saat ini sudah bagus, tapi tidak boleh lengah,” pungkasnya. (qal/c2/dwi)
Editor : Safitri