BACA JUGA : Bondowoso Peringkat Lima Terbawah Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Se-Jatim
Jumlah peserta tersebut terdiri atas 500 peserta kategori pendidikan anak usia dini (PAUD), 500 peserta kategori taman kanak-kanak (TK), dan 500 peserta kategori raudhatul athfal (RA). Antusiasme peserta terlihat ketika mereka bersemangat mengikuti perlombaan itu. Tak terkecuali orang tua yang mendampingi. Sebab, kegiatan seperti itu dapat mempererat hubungan anak dengan orang tua.
Plt Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono menyebutkan, lomba mewarnai yang diikuti ribuan peserta tersebut menjadi wadah bagi generasi penerus agar bisa meningkatkan rasa percaya diri menunjukan kemampuan, talenta, dan potensi anak-anak. “Kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan bakat anak usia dini,” terangnya.
Dalam hal itu, tambahnya, lomba mewarnai akan sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan seni anak. Peserta didik yang masih usia dini diajarkan melukis semua hal. Sesuai dengan imajinasi dan kreativitasnya. Mereka akan belajar memadukan warna, merangkai objek gambar, sehingga tercipta sebuah kreasi seni anak dalam kertas.
Dari 1.500 peserta nantinya akan diambil 10 besar terbaik dari masing-masing kategori. Kemudian, 10 terbaik tersebut akan diserahkan kepada panitia induk Hardiknas 2023 untuk menentukan juara satu, dua, dan tiga. “Bagi yang tidak juara, jangan berkecil hati, kita akan tetap apresiasi karya setiap peserta,” terangnya.
Perhelatan lomba mewarnai itu dinilai penting bagi perkembangan anak usia dini. Sebab, hal itu menjadi wadah untuk mengasah bakat dan potensi anak dalam melatih kreativitasnya di depan publik. Selain itu, kegiatan mewarnai mampu melatih motorik halus anak sekaligus melatih keberanian dan tanggung jawab anak sejak dini. (qal/c2/dwi) Editor : Safitri