BACA JUGA : Jadi Tempat Musyawarah Antarulama Di Era Perang Melawan Penjajah
Hal itu diungkapkan oleh Nanik Widiyati, salah seorang ibu yang mempunyai balita di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dia mengaku sebelumnya tidak tahu tentang asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk balita agar tetap sehat. “Tidak tahu sebelumnya. Setelah ikut kegiatan bupati ini, saya diajari cara merawat balita agar selalu sehat,” ungkapnya.
Tak hanya diedukasi, ibu hamil dan balita juga dibantu pemberian makanan tambahan (PMT) oleh Pemkab Jember. Sehingga kebutuhan nutrisi ibu hamil dan balita tercukupi. Apalagi, pemkab juga mendukung dengan makanan yang dapat menunjang kesehatan kandungan atau balita.
Perlu diketahui, setiap kegiatan J-Berbagi, Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember selalu membuka posko penanganan stunting. Penanganan stunting itu menjadi salah satu fokus Pemkab Jember. Selain bantuan penanganan stunting, Pemkab Jember juga menggelontorkan berbagai bantuan bahan pokok penting (bapokting) kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan tersebut diberikan dalam rangka meringankan beban pengeluaran masyarakat selama bulan Ramadan. Sebab, di bulan yang suci ini biasanya kebutuhan bapokting naik tinggi. “Bersyukur dapat bantuan ini, pengeluaran ke depan jadi bisa dibuat Lebaran,” ucap Saipul Hadi, salah seorang KPM asal Kelurahan Sumbersari.
Selain meringankan pengeluaran masyarakat, pemberian bantuan bapokting itu juga dinilai dapat menekan laju inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga di Jember. Sehingga dengan bantuan itu, perekonomian di Jember bisa merangkak lebih baik dari tahun sebelumnya. (qal/c2/dwi) Editor : Safitri