BACA JUGA : Saat Razia Rokok Ilegal Tak Saja Temukan Rokok Ilegal Tapi Juga dan Arak
Salah satunya Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Kantor Perwakilan BI Jember Andy Wahyu Riyadno yang menyarankan pemerintah daerah mulai melakukan upaya pengendalian inflasi menggunakan biaya yang dialokasikan melalui dana alokasi umum (DAU) dan biaya tidak terduga (BTT). “Untuk pengendalian inflasi bisa menggunakan anggaran transfer berapa DAU atau biaya tak terduga," katanya.
Dia menilai, pengendalian inflasi di tingkat daerah sangatlah penting. Lebih-lebih pada komoditas tertentu, kenaikannya sering kali bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan. Andy menyebut, upaya pengendalian inflasi melalui penggunaan BTT itu juga sempat dilakukan di daerah lain. “Upaya seperti ini pernah dilakukan Pemkab Madiun dan berhasil mengendalikan harga bahan pokok di pasaran, bahkan telah diaudit dengan hasil wajar tanpa pengecualian (WTP, Red),” katanya.
Andy melanjutkan, penggunaan BTT juga bisa dikucurkan untuk subsidi distribusi pangan dan angkutan komoditas pangan. Terutama pada komoditas yang sulit atau kurang tersedia di Jember. Seperti bawang merah, bawang putih, dan lainnya.
Ketua DPRD Jember yang memimpin jalannya Pansus 2 DPRD, M Itqon Syauqi, mengatakan bahwa usulan BI tersebut lumayan, namun masih memerlukan kajian. Itqon sepertinya juga mengkhawatirkan penggunaan BTT nanti terjegal regulasi lainnya. “Usulan itu perlu dikaji ulang, khususnya soal regulasinya. Kalau dirasa memungkinkan tanpa ada potensi menabrak aturan, mungkin bisa masukkan ke rekomendasi kepada bupati,” urai Itqon saat memimpin jalannya pansus. (mau/c2/dwi) Editor : Safitri