Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pengesahan Raperda Banyak Diinterupsi

Safitri • Senin, 3 April 2023 | 19:10 WIB
SIDANG PARIPURNA: Sidang paripurna dengan agenda pengesahan raperda menjadi perda di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Jumat malam (31/3) lalu.
SIDANG PARIPURNA: Sidang paripurna dengan agenda pengesahan raperda menjadi perda di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Jumat malam (31/3) lalu.
SUMBERSARI, Radar Jember - Suasana gaduh sempat terpantau di ruang rapat paripurna DPRD Jember saat dilangsungkan rapat paripurna dengan agenda pengesahan Raperda Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Raperda Pengelolaan Sampah menjadi perda, Jumat malam (31/3) kemarin. Kegaduhan itu bermula saat beberapa anggota dewan menghadiri ruang paripurna dengan mengenakan atribut atau pakaian parpol. Alhasil, para anggota dewan lainnya merasa risi lantaran di forum paripurna harus bersih dari atribut parpol. Dan mereka pun meluapkan dengan melempar interupsi.

BACA JUGA : Gebrakan Mahfud MD Soal TPPU Rp 349 T Dinilai Bisa Menjadi Gerakan Sosial

"Ini sidang paripurna kok ada beberapa teman memakai atribut partai politik?" tanya Nyoman Aribowo, anggota Fraksi Pandekar, saat mengawali melempar interupsi, di awal-awal dimulainya rapat paripurna.

Politisi PAN itu berpandangan, pemakaian atribut parpol memang belum diatur detail maupun tertulis dalam statuta. Namun, ia menilai hal itu seharusnya tidak perlu dilakukan, mengingat yang tengah dilangsungkan adalah rapat paripurna, bukan acara parpol.

Nyoman menilai, pemakaian atribut parpol di forum paripurna bisa memicu kecemburuan anggota parpol lain di dewan. "Kalau memang diperbolehkan, saya akan pulang menggunakan atribut partai saya. Jangan mentang-mentang pimpinan dewannya dari partai tertentu, bisa seenaknya," selorohnya.

Anggota Fraksi Partai NasDem David Handoko Seto menyusul menginterupsi. Ia sepertinya mencoba meredam kegaduhan. David lantas meminta kesakralan rapat paripurna dijaga. Sebab, ada kepentingan publik yang lebih penting dan didahulukan. "Saya minta pimpinan tegas, jangan sampai paripurna ini batal atas fenomena ini. Mengingat perda ini sudah ditunggu masyarakat," pintanya.

Ketua Fraksi PKB Sunarsih Khoris juga sama. Sunarsih meminta ketegasan dari pimpinan dewan agar seluruh legislator yang menggunakan atribut parpol melepasnya dalam forum rapat paripurna tersebut. "Saya memahami teman-teman Gerindra, dan saya mohon agar melepaskan pakaian atribut parpol, (mengganti, Red) terlebih dahulu," harapnya.

Saat itu, anggota dewan yang mengenakan atribut parpol dari legislator Partai Gerindra yakni Sunardi, Siswono, Suhariyatik, Alfian Andri Wijaya, Hasan Basuki, dan Anggota Fraksi PKS Nurhasan. "Jika ada keberatan dari anggota dewan lain, kami mohon izin sebentar untuk melepas jaket, agar paripurna ini bisa berlanjut," kata Hasan Basuki, Ketua Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB).

Hasan menjelaskan, penggunaan atribut oleh anggota fraksinya itu, di Partai Gerindra, karena baru menghadiri acara parpol. "Mohon maaf atas hal ini, karena tadi ada acara foto bersama," tambah Siswono, anggota Fraksi GIB.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan saat itu meminta agar anggota dewan melepas atribut parpol selama sidang berlangsung. Ia kemudian memutuskan forum dilanjutkan dengan pembacaan pandangan akhir fraksi-fraksi, setelah kegaduhan berhasil diredam, dan dilanjutkan hingga pengesahan dua raperda itu menjadi perda. "Dan pada rapat-rapat selanjutnya, agar teman-teman menggunakan pakaian dinas yang telah diatur dalam statuta. Agar sidang ini bisa berjalan lancar," sambungnya. (mau/c2/bud)

  Editor : Safitri
#Jember