BACA JUGA : Kesal Piala Dunia U-20 Batal Digelar, Instagram Ganjar Digeruduk Netizen
Dalam giat itu, kemarin, Bupati Hendy sesekali berdiri di samping warga yang antre untuk mendapatkan sembako murah. Banyak warga yang menggeruduk posko pasar murah itu. Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak juga tidak mau kalah cepat.
Program pemkab yang secara teknis melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember itu bekerja sama dengan sejumlah pihak. Pasar murah itu menyediakan beras, minyak, gula, dan tepung. Kebutuhan pokok itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadan.
Di pasar murah J-Berbagi harga beras Rp 45 ribu per lima kilogram, gula Rp 13 ribu per kilogram, tepung Rp 11 ribu per kilogram, dan minyak Rp 14 ribu per liter. Diketahui, harga tersebut lebih murah dari harga di pasaran. Selisihnya Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu.
Kepala Bulog Jember Ahmad Mustari menyampaikan, adanya pasar murah pada setiap titik kegiatan J-Berbagi akan membantu masyarakat. Operasi pasar murah itu akan digelar dua kali sehari. Tepatnya di setiap titik J-Berbagi. "Setiap titik kami sediakan satu ton beras dengan kemasan lima kilogram," ungkapnya.
Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dua karung atau 10 kilogram pada setiap operasi pasar murah J-Berbagi. Namun, hal itu juga melihat stok beras yang tersedia. Jika saat operasi pasar akan tutup dan jatah satu ton beras masih tersedia, warga diperbolehkan untuk membeli lagi.
Selain itu, Kepala Disperindag Jember Bambang menjelaskan, berbagai operasi pasar yang digelar Pemkab Jember menjadi upaya pengendalian inflasi. Bukan hanya pada bulan Ramadan, namun juga pengendalian inflasi selama tahun 2023. "Saat ini sudah ada tiga operasi pasar untuk pengendalian inflasi," terangnya. (qal/c2/nur) Editor : Safitri