BACA JUGA : Panen Raya Tiba, Selisihnya Bisa Rp 1.800 per Kilogram
Salah satu cara yang dilakukan Bupati Hendy yaitu dengan mengadakan audiensi bersama PT Sari Makmur Tunggal Mandiri. Audiensi tersebut dilaksanakan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (22/2). Audiensi itu dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTHP) Jember.
Dalam audiensi tersebut dibahas bentuk kerja sama yang akan dilakukan oleh Pemkab Jember dengan perusahaan tersebut. Nantinya petani kopi Jember akan difasilitasi terkait budi daya kopi oleh perusahaan. Apalagi perusahaan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri bergerak di bidang eksportir kopi.
Bupati Hendy menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan ekspor kopi Jember, perlu ada perlakuan khusus pada kopi yang dihasilkan. Hal itu dilakukan agar kopi memiliki nilai tambah cita rasanya dan harga yang lebih baik. “Ada beberapa langkah yang harus dilakukan demi memaksimalkan ekspor kopi,” terangnya.
Selanjutnya, kata Hendy, harus ada sertifikasi kualitas kopi yang berstandar internasional. Selain itu, juga diperlukan pelatihan-pelatihan khusus bagi petani untuk meningkatkan kualitas kopi. Bupati Hendy juga menginginkan produksi kopi di Jember mulai dari hulu sampai hilir bisa tuntas di Jember. Artinya, produksi kopi dari hulu sampai hilir dapat dilakukan di Jember. Maka dari itu, sangat penting para petani kopi untuk terus dididik dengan ilmu-ilmu baru.
Seperti memanen kopi yang sudah merah saja. Kemudian, mengolah sendiri kopi menjadi produk yang bernilai tinggi. “Pangsa pasar sudah jelas. Dengan penduduk Jember 2,6 juta jiwa, ini sudah market yang luar biasa,” ucapnya.
Pemkab Jember akan terus mengawal ekspor kopi di Jember. Oleh karena itu, bupati mengajak seluruh masyarakat Jember untuk membantu mengenalkan kopi Jember ke kancah nasional maupun internasional. “Ayo kita berkolaborasi bersama, sehingga tahun 2023 petani kopi dapat lebih maju lagi,” pungkasnya. (cad/c2/dwi)
Editor : Safitri